Jakarta Dilanda Banjir, Ahok Berkabung
TEMPO.CO | 03/01/2020 12:48
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Mantan pasangan pemim
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. Mantan pasangan pemimpin DKI Jakarta itu, kembali melakukan kunjungan kerja bersama dengan posisi yang kini berbeda. instagram.com/basukibtp
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, turut berkabung untuk korban bencana di Ibu Kota. Lewat akun Twitter pribadinya pada Jumat, 3 Januari 2020.Sembari menautkan tagar #banjir2020, Ahok menyatakan turut berduka cita.
 
Ahok juga berharap, bencana banjir yang menimpa baru-baru ini segera kelar. "Semoga banjir ini cepat berlalu dan kondisi pulih kembali," kata Ahok dalam cuitan yang langsung direspons oleh lebih dari 6.000 pengguna  Twitter.
 
 
Tak sampai di situ, Komisaris Utama PT Pertamina itu juga meminta warga yang bermukim di daerah aliran sungai atau DAS di Jakarta dan sekitarnya was-was seumpama hujan deras kembali menerpa.
 "Untuk warga yang tinggal di DAS, agar selalu waspada," ucap Ahok lagi.
 
Pada pengujung April 2019 lalu, Ahok sudah lebih dulu angkat suara soal kemungkinan penyebab banjir yang melanda Ibu Kota. Ia mengatakan banjir tersebab oleh pompa air yang terlambat diaktifkan.
 
Menurut Ahok kala itu, pompa air semestinya sudah aktif sebelum debit air hujan tinggi. "Saya orang tambang, teori tambang ngidupin pompanya telat, udah terlalu tinggi bisa tidak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena mungkin ada pompa yang telat," kata Ahok di kawasan Menteng, 30 April 2019.
 
Kemungkinan lain penyebab banjir Jakarta, tutur Ahok, adalah saringan air yang tersumbat ranting atau sampah. Di era kepemimpinannya, yakni 2014-2017, Ahok menyebut persoalan kayu ranting yang menutupi saringan ketika hujan turun ditengarai menyebabkan genangan karena menghambat air cepat surut.
Karena itu, ujar dia, pemerintah provinsi dulu selalu menaruh alat berat untuk menyisir ranting atau sampah di sekitar saringan air.
 
 
FRANCISCA CHRISTY ROSANA | LANI DIANA

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT