Pemerintah DKI Jakarta Klaim Telah Tanam 36 Ribu Pohon di 2019
TEMPO.CO | 26/01/2020 07:40
Himbauan peremajaan pohon terpasang di salah satu pohon yang akan diremajakan di Jalan Kramat, Jakarta, Sabtu, 9 November 2019. Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan menebang sejumlah pohon di trotoar kawasan Kramat yang dianggap mengganggu lajur disabilitas
Himbauan peremajaan pohon terpasang di salah satu pohon yang akan diremajakan di Jalan Kramat, Jakarta, Sabtu, 9 November 2019. Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan menebang sejumlah pohon di trotoar kawasan Kramat yang dianggap mengganggu lajur disabilitas dan drainase untuk diremajakan dengan pohon yang baru. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepanjang 2019 mengklaim telah menanam 36.320 pohon dan 1.193.670 semak. Hal itu dilakukan sebagai upaya perbaikan kualitas udara di samping revitalisasi jalur pejalan kaki, taman, serta hutan kota.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan penanaman pohon dan semak itu tersebar di empat jenis kawasan. Keempatnya adalah Taman Maju Bersama, Taman Grande, jalur pejalan kaki, serta hutan kota.

"Berbagai jenis tanaman penyerap polutan seperti Tabebuya berbagai warna, Trembesi, Ketapang Kencana, Kamboja, dan lain sebagainya telah ditanam di 4 jenis kawasan di Jakarta," kata Suzi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Januari 2020.

Berikut adalah rincian penanaman pohon dan semak yang diunggah pada situs resmi ppid.jakarta.go.id:

Taman Maju Bersama (TMB)
Jakarta Utara:
- 136 pohon jenis Tabebuya, Palem Sadeng, dan Bungur.

- 63.214 semak jenis Bakung, Palem Kol, Pacing, dan Sambang Dara.

Jakarta Timur:
- 168 pohon jenis Tabebuya Pink, Tabebuya Kuning, Kiara Payung, Buni, Bunga Kupu-Kupu, dan Kamboja.

- 38.614 semak jenis Ruelia, Oleander, dan Gingseng putih.

Jakarta Barat: 383 pohon jenis Trembesi, Tabebuya, Bungur, Kamboja, Baobab.
- 24.716 semak jenis Melati gambir, Bougenvile, Pucuk merah.

Jakarta Selatan:
- 500 pohon jenis Ketapang Kencana,Tabebuya, Mahoni, Kamboja jepang, Pisbol, Alpukat.

- 104.000 semak jenis Bougenvile, Ararea, Roelia, Lantana.

Jalur:
- 591 pohon

- 47.687 semak jenis Irish, lavender

Taman:
- 580 pohon jenis Trembesi, Tabebuya, dan Flamboyan.

- 14.100 semak jenis Airis, Alang merah, Alang Hijau, Zinnia.

Taman Grande
Taman Puring:
29.622 semak jenis Alang merah, Alang hijau, kana, dan Angelonia.

Taman Mataram:
- 15 pohon jenis Tabebuya Putih.

- 9.746 semak jenis Alang merah, Alang hijau, Airis, Pakis kelabang.

Jalur Pedestrian
Jalan Jenderal Sudirman:
- 550 pohon jenis Tabebuya dan ketapang kencana.

- 56.869 semak jenis Bougenvile.

Jalan MH Thamrin:
15.746 semak jenis Bougenvile

Cikini:
- 197 pohon jenis Tabebuya.

- 60.825 jenis Soka, Bougenvile, dan Melati Gambir.

Kramat - Salemba:
2.452 semak jenis Melati Gambir dan Pucuk Merah.

Jalan Kemang:
- 30 pohon jenis Tabebuya Ungu

- 18.399 semak jenis Bougenvile.


Jalan Satrio:
- 380 pohon jenis Tabebuya, Anggur Laut, Bungur, Mindi, dan Bauhinia.

- 15.303 semak jenis Bougenvile dan Palem Kuning.

Semanggi:
240 pohon jenis Tabebuya, Cocoloba, Buttercup.

Bidang Jalur Hijau:
289.252 semak jenis Bakung, Lidah Mertua, Kana, Reulia.

Utara:
- 220 pohon jenis Tabebuya

- 65.310 semak jenis Lantana, Bakung, Melati Gambir, Spati Pilum, Kana, Bougenvile.

Timur:
15.613 semak jenis Puring, Bougenvile, Pucuk Merah.

Barat:
- 339 pohon jenis Tabebuya dan Pule.

- 20.850 semak jenis Bougenville, Lidah Mertua, Melati Jepang, Palem Kuning, dan Kana.

Selatan:
- 441 pohon jenis Ketapan Kencana, Trembesi, Karet Kebo, dan Tabebuya.

- 298.177 semak jenis Soka, Koreobusa Putih, Bougenvile, Ararea, dan Melati Gambir.

Hutan Kota
Mangrove:
- 30.960 pohon jenis Mangrove.

Kawasan kuliner Thamrin 10:
- 70 pohon jenis Tabebuya, Trembesi, Ketapang Kencana.


Sebelumnya, pohon-pohon di Jakarta beberapa kali ditebang untuk kepentingan revitalisasi sarana umum. Selain di trotoar Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini Pemprov DKI menebang 190 pohon di Monumen Nasional. Penebangan dilakukan dalam rangka revitalisasi bagian selatan kawasan tersebut.

Mendapat banyak protes, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan akan menambah ruang terbuka hijau setelah revitalisasi Monas. Ia mengatakan, pohon-pohon akan ditanam di pinggiran lokasi yang direvitalisasi. Selain itu, kata Saefullah, penanaman pohon juga akan dilakukan di lapangan parkir IRTI dan kawasan kuliner Lenggang Jakarta.

"Kemarin kami hitung ini bertambah ruang terbuka hijau, nanti bisa pohon-pohon di sisi tertentu penghijauan," kata Saefullah kepada wartawan di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020.

TAUFIQ SIDDIQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT