Virus Corona, Semua Kapal Cina Masuk RI Lewat Zona Karantina
TEMPO.CO | 02/02/2020 10:40
Tim gabungan dari KBRI Beijing melakukan pendataan nama-nama WNI yang hendak dievakuasi di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Hubei, China, Sabtu, 1 Februari 2020.  Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona d
Tim gabungan dari KBRI Beijing melakukan pendataan nama-nama WNI yang hendak dievakuasi di Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Hubei, China, Sabtu, 1 Februari 2020. Sebanyak 245 WNI di Wuhan akan dievakuasi ke Indonesia terkait merebaknya virus corona di wilayah itu. ANTARA/KBRI Beijing

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mewajibkan semua kapal Cina yang masuk ke Indonesia untuk melewati Zona Karantina. Kebijakan ini diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus corona sebagai darurat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

“Skenario ini diterapkan agar dilakukan pemeriksaan secara ketat oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kemenhub, Ahmad di Jakarta, Ahad, 2 Februari 2020.

Selain semua kapal Cina, untuk kapal kunjungan Ocean Going, Kemenhub juga meminta awak kapal melampirkan voyage memo (10 pelabuhan terakhir) pada saat melaporkan kedatangan kapal  ke kantor KKP. Apabila berdasarkan last port kapal tersebut terdeteksi sempat singgah di Tiongkok akan dilakukan pemeriksaan secara ketat.

"Jika ada yang suspect terjangkit virus corona maka akan dilakukan penanganan dan tindakan medis secara khusus sesuai Standar dan Prosedur (SOP) yang dikeluarkan oleh KKP," kata Ahmad.

Saat ini, wabah virus corona terus menyebar luas ke beberapa negara di luar Cina. Total, saat ini sudah 259 orang tewas dan jumlah korban terinfeksi hampir menyentuh angka 12 ribu orang.

Selain WHO, Ahmad menyebut, peringatan akan ancaman virus corona  ini juga telah disampaikan Organisasi Maritim Internasional (IMO). Mereka menerbitkan Circullar Letter kepada seluruh negara anggota IMO, para pelaut, dan perusahaan pelayaran menyusul adanya deklarasi darurat globa dari WHO.

Circullar Letter ini memuat informasi dan panduan tentang tindakan pencegahan yang harus diambil untuk meminimalkan risiko terhadap pelaut, penumpang, dan orang lain di kapal. Selain itu, Circullar Letter ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat maritim dunia memperoleh informasi yang akurat dan relevan tentang wabah virus corona.

Untuk itu, sejumlah thermal scanner untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang juga telah dipasang pada area kedatangan di pelabuhan yang melayani rute internasional. Di antaranya seperti  Pelabuhan Sekupang, Harbour Bay, Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Bintan dan pelabuhan lainnya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT