Cina Larang Pabrik Foxconn Beroperasi Terkait Wabah Virus Corona
TEMPO.CO | 09/02/2020 12:45
Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat menerima seorang pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat untuk menerima pasien dengan gejala ringan virus corona baru, di Wuhan, provinsi Hu
Pekerja medis menggunakan pakaian pelindung saat menerima seorang pasien di Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan, yang telah diubah menjadi rumah sakit darurat untuk menerima pasien dengan gejala ringan virus corona baru, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 5 Februari 2020. China Daily via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina melarang rencana manajemen perusahaan manufaktur Foxconn, yang merakit gadget buatan Apple, mengaktifkan kembali kegiatan produksi pada Senin pekan ini terkait penyebaran virus Corona.

Pemerintah Cina melakukan ini karena merasa khawatir dengan penyebaran virus Corona, yang bisa menyebar dari manusia ke manusia.

“Ahli kesehatan Cina menginspeksi sejumlah pabrik Foxconn di Kota Shenzen dan mengatakan kepada manajemen perusahaan bahwa ada risiko tinggi penyebaran infeksi virus Corona,” begitu dilansir Reuters mengutip Nikkei pada Sabtu, 8 Februari 2020.

Para ahli itu mengatakan kondisi pabrik, yang memiliki puluhan ribu pekerja, membuatnya tidak bisa memulai kembali kegiatan produksi.

Sebuah pabrik Foxconn lainnya, yang memproduksi ponsel iPHone, di Kota Zhengzhou, juga tidak akan memulai kegiatan operasi hingga beberapa waktu ke depan.

“Kami belum menerima permintaan dari pelanggan kami untuk memulai kembali kegiatan produksi,” begitu pernyataan dari manajemen Foxconn.

Manajemen Foxconn mengatakan akan mengikuti rekomendasi dari pemerintah lokal soal pengaktifan kembali kegiatan produksi.

Nikkei, yang mengutip empat sumber soal ini, melansir manajemen Foxconn melihat adanya dampak besar terhadap kegiatan produksi dan pengapalan produk Apple jika pabrik memperpanjang penghentian produksi hingga pekan kedua.

Seperti dilansir Channel News Asia, jumlah korban tewas akibat infeksi virus Corona di Cina bertambah menjadi 811 termasuk dua orang dari Amerika Serikat dan Jepang.

Total orang yang terinfeksi virus Corona mencapai 37.198 orang. Jumlah korban tewas ini melebihi korban tewas akibat wabah infeksi saluran pernapasan SARS pada 2003 di Cina, yang mencapai sekitar 700 orang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT