Pengalaman Misi Kemanusiaan Pilot Batik Air Penjemput WNI di Cina
TEMPO.CO | 16/02/2020 06:26
Capt Destyo Husodo (tengah) dengan 17 awak kabin Batik Air lainnya yang telah sukses melakukan penjemputan WNI dari Wuhan, Cina melakukan konferensi pers di Lion Air Grup Simulator, Jakarta Timur, Sabtu 15 Februari 2020. EKO WAHYUDI
Capt Destyo Husodo (tengah) dengan 17 awak kabin Batik Air lainnya yang telah sukses melakukan penjemputan WNI dari Wuhan, Cina melakukan konferensi pers di Lion Air Grup Simulator, Jakarta Timur, Sabtu 15 Februari 2020. EKO WAHYUDI

TEMPO.CO, Jakarta - Lion Air Grup mengirimkan 18 awak kabin Batik Air guna menjemput warga negara Indonesia di Wuhan, Cina, saat virus corona di Cina semakin parah. Satu di antara awak kabin itu adalah Capt Destyo Husodo, yang berpengalaman menjalankan misi kemanusiaan.

Ia mengatakan penjemputan WNI di Wuhan karena wabah virus corona adalah pengalaman pertama menjalankan misi kemanusiaan di Lion Air Grup. "Saya join di Lion Grup dari (tahun) 2003," ucapnya di Lion Air Simulator, Jakarta Timur, Sabtu 15 Februari 2020.

Namun, sebelum di Lion Air, Destyo pernah menjadi pilot di misi kemanusiaan lain. Dia mengaku pernah menjalankan misi kemanusiaan saat menjemput WNI di Timor Leste.

Destyo juga ikut tim misi kemanusiaan sekitar 1998-1999 saat konflik SARA di Banjarmasin, Balikpapan dan Ambon.

Walaupun telah menjalankan berbagai macam misi kemanusiaan, penjemputan WNI di Wuhan, Cina adalah yang paling berkesan untuk Destyo. "Jadi udah beberapa kali, tapi ini yang berkesan," ucapnya.

Destyo merasa bangga karena telah dipilih dan masuk ke dalam 18 awak kabin yang berangkat ke Wuhan untuk menjalankan misi kemanusiaan ini. "Kami salah satu yang beruntung, sebelumnya tidak ada jadwal penerbangan ke Wuhan," tuturnya.

Menurut dia, misi ini dikerjakan tanpa keraguan apapun, dan tanpa menafikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan oleh tim.

Sebelum berangkat, ia miliki pikiran positif dan fokus dengan pekerjaan yang dilakukan. Ketakutan dan kekhawatiran pun sirna.

"Tentunya ada informasi menangani virus corona pada saat kita sebelum berangkat, ada briefing dari manejemen apa yang harus dilakukan dan tidak," ucapnya.

EKO WAHYUDI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT