Anggota Parlemen Iran Meninggal karena Virus Corona
TEMPO.CO | 07/03/2020 19:00
Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]
Seorang perempuan Iran berjalan mengenakan masker pelindung untuk mencegah tertular virus Corona di Grand Bazaar di Teheran, Iran, 20 Februari 2020. [WANA/Reuters]

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota parlemen Iran meninggal setelah terjangkit virus corona. Media lokal pada Sabtu, 7 Maret 2020 mewartakan wakil rakyat itu adalah Fatemeh Rahbar, dari Partai Koalisi Islam. 

Situs aa.com.tr, mewartakan Rahbar sudah dirawat di Unit Perawatan Intensif atau ICU sejak Kamis, 5 Maret 2020.

Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC 

Rahbar bukan pejabat Pemerintah Iran pertama yang terjangkit virus corona. Dari sekitar 4.747 pasien yang terinfeksi virus corona di penjuru Iran, terdapat satu wakil presiden Iran dan 23 anggota parlemen negara itu yang juga terkena COVID-19 atau virus corona. 

Otoritas Iran juga menyebut wakil Menteri kesehatan negara itu juga terinfeksi virus corona. Total sudah 124 orang di Iran meninggal karena COVID-19. 

Pejabat Pemerintah Iran sekarang ini sudah dilarang untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Parlemen Iran juga sudah dibekukan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Virus corona diduga terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus tersebut sekarang sudah menyebar di lebih dari 80 negara di dunia. 

Data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat kematian akibat virus ini di seluruh dunia hampir menyentuh angka 3.500 orang. Diperkirakan pula ada 100 ribu kasus pasien dengan virus corona saat ini.       

Sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran COVID-19 ini, sejumlah pemerintah di dunia sudah menutup perbatasan dan membekukan sementara lalu lintas udara dan darat dari negara-negara yang paling terpukul dengan wabah virus corona ini, seperti Iran, Cina dan Italia. WHO sebelumnya menyatakan penyebaran virus corona ini adalah sebuah darurat kesehatan internasional, namun WHO kemudian menaikkan peringatan risiko penyebaran COVID-19 ini ke level sangat tinggi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT