Vietnam Berlakukan 15 Hari Social Distancing Mulai 1 April
TEMPO.CO | 31/03/2020 19:30
Alun-alun Dong Kinh Nghia Thuc terlihat hampir kosong selama wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam, 27 Maret 2020. [REUTERS / Kham]
Alun-alun Dong Kinh Nghia Thuc terlihat hampir kosong selama wabah penyakit virus Corona (COVID-19) di Hanoi, Vietnam, 27 Maret 2020. [REUTERS / Kham]

TEMPO.CO, Jakarta - Vietnam akan memulai 15 hari jaga jarak sosial atau social distancing pada Rabu untuk mengekang penyebaran virus Corona.

"Dari tengah malam 1 April, setiap orang diharuskan untuk tinggal di rumah dan hanya bisa pergi keluar untuk membeli makanan atau dalam kasus darurat dan harus menjaga jarak setidaknya dua meter dari yang lain," kata Perdana Menteri Minat Nguyen Xuan Phuc dalam sebuah pernyataan hari Selasa, dikutip dari Reuters, 31 Maret 2020.

Pemerintah juga tidak mengizinkan lebih dari dua orang untuk berkumpul. Seruan ini juga berlaku untuk orang-orang di keluarga yang sama, desa, permukiman, kabupaten dan kota, untuk tetap berada di tempat mereka berada.

Pabrik-pabrik harus menjaga jarak yang aman, mendisinfeksi tempat dan karyawan harus mengenakan masker untuk mencegah infeksi, menurut laporan VN Express.

Orang hanya boleh meninggalkan rumah untuk keadaan darurat, membeli makanan dan obat-obatan, dan bekerja di pabrik, fasilitas produksi, dan bisnis yang melibatkan perdagangan barang dan jasa "penting".

Orang-orang harus memberi tahu pihak berwenang mengenai status kesehatan mereka dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi keluarga mereka dan kesehatan mereka sendiri. "Para pemimpin bisnis akan bertanggung jawab untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit di perusahaan mereka dan menjaga karyawan mereka sehat," bunyi imbauan.

Seorang petugas kesehatan bersiap menyemprotkan disinfektan di dalam pesawat Vietnam Airlines untuk melindungi dari wabah Virus Corona di bandara Noi Bai di Hanoi, Vietnam, 21 Februari 2020. REUTERS/Kham

Namun, Mai Tien Dung, Ketua Kantor Pemerintah, mengatakan arahan Phuc bukanlah perintah lockdown dan pemerintah masih berhasil menahan wabah tersebut.

Dung mengatakan arahan hanya berfungsi sebagai panduan dan imbauan yang lebih spesifik untuk skenario yang berbeda akan menyusul.

"Jika situasinya memburuk dan penyakit ini menyebar luas di masyarakat, kita akan membutuhkan aturan yang lebih ketat. Dan kita akan melakukan langkah demi langkah," kata Dung.

Vietnam telah mencatat 204 kasus COVID-19 sejauh ini, 55 di antaranya telah sembuh dan dipulangkan. Banyak kasus aktif virus Corona adalah warga negara Vietnam yang kembali dari Eropa dan AS, orang asing yang datang dari daerah yang sama, dan mereka yang melakukan kontak dengan kedua kelompok orang tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT