Menkumham: Satu Pegawai Meninggal akibat Corona di Sentra Mulia
TEMPO.CO | 01/04/2020 19:25
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kedua kanan) bersiap memberikan keterangan pers soal pernyataannya yang menyinggung warga Tanjung Priok di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. ANTARA/Indrianto Eko
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly (kedua kanan) bersiap memberikan keterangan pers soal pernyataannya yang menyinggung warga Tanjung Priok di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan satu pegawai kementeriannya meninggal akibat virus corona . Menurutnya, satu orang tersebut berkantor di Gedung Sentra Mulia Kementerian Hukum dan HAM.

"Satu meninggal, yang di kantor Sentra Mulia. Dia punya riwayat sakit maag, sakit asma berat. Jadi satu meninggal," kata Yasonna dalam rapat virtual dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 1 April 2020.

Yasonna berujar dari seluruh kementerian tercatat ada tiga orang positif corona, lima orang pasien dalam pengawasan (PDP), 12 orang orang dalam pemantauan (ODP), dan satu orang sembuh.

Yasonna menyampaikan data ini saat berdebat dengan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Masinton Pasaribu ihwal data kasus corona di lingkup kementeriannya. Masinton meragukan data Yasonna ihwal tak adanya kasus corona di kalangan petugas lembaga pemasyarakatan.

Menurut Masinton, data di website Kemenkumham mencatat ada enam orang ODP corona. Dua terdapat di Yogyakarta, dua di Jawa Tengah, satu di Sulawesi Selatan, dan satu di Sulawesi Tengah. Masinton ragu tak ada kasus di Jakarta yang merupakan episenter penyebaran corona. "Aneh kemudian di Jakarta tidak ada. Kepekaan-kepekaan ini yang harus ditampilkan oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," kata anggota Komisi III DPR itu.

Yasonna Laoly kembali membantah dengan mengatakan hingga kini tak ada kasus corona di lapas. Ia mengatakan kementeriannya mengetahui betul data tersebut. "Kalau di lapas so far enggak tahu kami, kecuali Pak Masinton lebih tahu dari kami," kata Yasonna, yang juga politikus PDIP ini.

BUDIARTI UTAMI PUTRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT