Sri Mulyani: G20 Prioritaskan Respons di Sektor Kesehatan
TEMPO.CO | 17/04/2020 08:48
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan  Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) sebelum melakukan sesi foto bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank G
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim (kanan) sebelum melakukan sesi foto bersama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Nicklas Hanoatubun

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertemuan kedua menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 mengkoordinasikan aksi kolektif anggotanya dalam menanggulangi dampak pandemi virus corona Covid-19 baik jangka pendek maupun jangka menengah.

"Di dalam aksi jangka pendek, G20 Action Plan memuat komitmen-komitmen untuk memastikan respons di sektor kesehatan mendapat prioritas utama," kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, Jumat, 17 April 2020.

G20 menggelar pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 secara virtual Rabu, 15 April 2020. Pertemuan itu membahas mengenai Global Economy and Responding to the Covid-19 Pandemic.

Dalam jangka pendek, selain memastikan respons di sektor kesehatan menjadi prioritas utama, anggota G20 berkomitmen memastikan agar mereka yang paling terdampak pandemi Covid-19 mendapat dukungan dan meminimalkan dampak negatif pandemi di sektor ekonomi dan sosial.

Organisasi internasional juga menunjukkan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada negara-negara yang paling terdampak pandemi ini dan menjaga agar stabilitas keuangan tetap terjaga.

Dalam aksi jangka menengah, anggota G20 berkomitmen untuk bekerja sama untuk memastikan perbaikan perekonomian global demi mengembalikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, anggota G20 berupaya mengambil pengalaman dalam mengatasi dampak pandemi ini sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi di masa depan.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT