Menkominfo Jamin Keamanan Data Pribadi Aplikasi 'Peduli Lindungi'
TEMPO.CO | 18/04/2020 16:48
Menkominfo Johnny G Plate diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebar
Menkominfo Johnny G Plate diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 3 Maret 2020. Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Johnny G. Plate, meminta masyarakat mengunduh aplikasi penanggulangan Covid-19 bernama Peduli Lindungi.

Johnny mengatakan pemerintah menjamin keamanan data pribadi pengguna aplikasi tersebut. “Kami minta kepada segenap masyarakat untuk men-download aplikasi ini,” kata Johnny di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu, 18 April 2020.

Ia mengatakan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kominfo untuk menjamin keamanan data pengguna aplikasi. Selain itu, ia mengatakan aplikasi ini dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan dalam negeri.

Ia memerintahkan pengelola aplikasi untuk menghapus semua data pengguna begitu pandemi Covid-19 berakhir. “Semua pihak yang mengelola aplikasi ini untuk melakukan pembersihan atau menghapus datanya nanti pada saat keadaan darurat kesehatan berakhir,” ujar politikus Partai Nasdem ini.

Menurut Johnny, Aparatur Sipil Negara, anggota TNI dan Polri, serta pegawai Badan Usaha Milik Negara harus menjadi inisiator penggunaan aplikasi tersebut. Harapannya, setelah itu masyarakat lainnya akan segera mengikuti untuk mengunduh. Ia juga meminta para artis dan tokoh publik untuk mengimbau masyarakat menginstal aplikasi tersebut.

Aplikasi Peduli Lindungi diklaim dapat membantu penelusuran kontak penderita Covid-19. Aplikasi akan mengumpulkan data mengenai lokasi dari ponsel pengguna saat mengaktifkan Bluetooth. Ketika ada ponsel pengguna aplikasi lainnya yang berada dalam jangkauan Bluetooth akan terjadi pertukaran informasi yang direkam di masing-masing perangkat.

Informasi ini akan digunakan untuk mengidentifikasi orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan terduga penderita Covid-19. “Ini akan memudahkan tugas pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT