Cerita Perawat Pasien Corona: Dapat Stigma dan Minim APD
TEMPO.CO | 19/04/2020 14:43
Salah satu perawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Nurdiansyah berbagi cerita soal penanganan COVID-19 di Grha BNBP Jakarta, Minggu, 19 April 2020. Kredit: ANTARA
Salah satu perawat Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Nurdiansyah berbagi cerita soal penanganan COVID-19 di Grha BNBP Jakarta, Minggu, 19 April 2020. Kredit: ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Nurdiansyah berbagi cerita sebagai perawat pasien Corona di Rumah Sakit Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Ia menceritakan banyak rekannya yang mengalami stigma dari lingkungan terdekat.

“Ada teman saya yang diusir dari kontrakan. Ada teman saya yang dia anaknya diasingkan dengan anak tetangganya,” ujar Nurdiansyah saat telekonferensi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ahad, 19 April 2020.

Ujian terberat yang dialami rekan Nurdiansyah lainnya ialah semakin banyak tenaga medis, khususnya perawat, yang tertular virus Corona. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang meninggal.

Menurut dia, ada perawat yang diduga tertular karena ketidakjujuran pasien dan terkena di luar fasilitas kesehatan. “Makanya, kami sempat menggunakan pita hitam saat bekerja sebagai bentuk duka kita kepada teman-teman sejawat,” tutur Nurdiansyah.

Oleh sebab itu, Nurdiansyah mengajak masyarakat bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19. Menurut dia, masyarakat berada di garda terdepan dalam rangka pencegahan. Ia juga meminta kepada pemerintah agar melengkapi para perawat dengan alat pelindung diri yang memadai. “Jangan sampai teman-teman mencari sendiri,” kata Nurdiansyah.

Hingga Sabtu, 18 April 2020 RSPI Sulianti Saroso merawat 23 pasien. Mereka terdiri dari pasien dalam pengawasan (PDP) sembilan orang dan 14 orang terkonfirmasi positif Corona. RSPI Sulianti Saroso merawat 20 pasien Corona di tiga ruangan isolasi. Lalu tiga orang dirawat di ruangan unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU), yakni satu orang PDP dan dan dua orang positif Corona.

Sampai saat ini, RSPI Sulianti Saroso sudah merawat 136 pasien Corona sejak menangani pasien kasus 01 dan 02 pada awal Maret lalu. Mereka terdiri dari 58 PDP dan 78 positif Corona. Dari 136 orang yang dirawat sebanyak 21 orang diantaranya meninggal setelah dinyatakan positif Corona dan empat orang meninggal dengan status PDP.

ADAM PRIREZA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT