Kemenperin: Harga Jual Kopi Petani Aceh Merosot 50 Persen
TEMPO.CO | 21/04/2020 09:41
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ditemui usai meninjau Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences di Cikarang, Bekasi, Rabu. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat penurunan harga jual produk kopi petani Provinsi Aceh merosot sekitar 50 persen. Data Kementerian Perindustrian menyebut harga kopi yang sebelumnya dibanderol Rp 10 ribu per bambu atau harga jual basah (sekitar 2 liter), turun menjadi hanya Rp 5.800.

Tak hanya petani kopi, Kemenperin mencatat warung kopi dan kafe di Aceh pun terimbas sepinya pengunjung. Bahkan ada yang tutup karena merosotnya penjualan. Padahal, jumlah pelaku industri yang bergerak di sektor ini tercatat cukup banyak.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini terdapat 1.204 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mengolah biji kopi lokal dari para petani di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, capaian ekspor produk kopi olahan sepanjang 2018 juga mencapai US$ 579,98 juta.

Capaian ini meningkat 19,1 persen dibandingkan 2017.  Sementara, ekspor produk kopi olahan dari Indonesia yang didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi, telah menembus ke sejumlah pasar mancanegara di ASEAN, Cina, dan Uni Emirat Arab.

Atas situasi pandemi Covid-19 ini, Kemenperin bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Tokopedia, dan pelaku industri kopi lokal. Mereka menginisiasi kampanye #SatuDalamKopi yang bertujuan untuk memajukan kopi nusantara sekaligus membuat roda perekonomian tetap bergerak.

Menurut Agus, kampanye #SatuDalamKopi bertujuan untuk mendorong pemasaran produk kopi lokal melalui kafe, warung kopi dan masyarakat luas. “Pada gilirannya ini akan berdampak pada geliat industri kopi di daerah dan seluruh rantai pasoknya,” kata Agus.

Kampanye nasional #SatuDalamKopi ini yang diadakan pada 20-26 April 2020 di Tokopedia dan akan melibatkan hampir 1.200 pelaku industri kopi dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia. Tak hanya pelaku industri kopi, para pecinta kopi pun bisa turut berpartisipasi dalam menyemarakkan kampanye #SatuDalamKopi yang diselenggarakan selama tujuh hari tersebut.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan IKM kopi olahan tersebar di berbagai sentra produksi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. “Dalam beberapa tahun terakhir pun, permintaan kopi di Indonesia juga mulai meningkat karena kegiatan minum kopi di tengah masyarakat sudah menjadi bagian dari lifestyle,” kata dia.

FAJAR PEBRIANTO

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT