PKS: Jokowi Lebih Fokus Selamatkan Ekonomi Ketimbang Rakyat
TEMPO.CO | 23/04/2020 07:08
Presiden PKS Sohibul Iman saat acara diskusi "Ngopi Bareng Presiden PKS" yang membahas sengketa Natuna dan kebijakan kelautan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Susi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program menteri pasti diselaraskan d
Presiden PKS Sohibul Iman saat acara diskusi "Ngopi Bareng Presiden PKS" yang membahas sengketa Natuna dan kebijakan kelautan di DPP PKS, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020. Susi juga menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program menteri pasti diselaraskan dengan visi dan misi presiden. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman, mengatakan Pemerintah lebih mementingkan menyelamatkan ekonomi dibandingkan masyarakat saat menghadapi wabah Covid-19.

"Pemerintah lebih fokus mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian nasional dibandingkan memberi keberpihakan maksimal untuk memitigasi penyebaran Covid-19 itu sendiri," ujar Sohibul dalam saat memberi orasi kebangsaan dan kemanusiaan Milad ke-22 PKS di Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Orasi Sohibul tersebut diunggah di laman resmi partainya, pks.id.

Dalam merespon krisis wabah pandemi Covid-19, kata Sohibul, Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang atau Perpu Nomor 1 Tahun 2020. Menurut dia, Perpu ini lebih banyak diperuntukan guna menangani dampak Covid-19 terhadap ekonomi bukan menekan laju penyebaran virus.

Sohibul Iman berujar, perubahan postur APBN 2020 pun lebih banyak digunakan sebagai stimulus ekonomi bukan untuk mitigasi penyebaran Covid-19. Bagi Pemerintah, kata dia, alokasi belanja Rp 20 triliun untuk kartu prakerja dengan menu pelatihan online melalui platform digital jauh lebih penting daripada membeli kelengkapan APD dan obat-obatan bagi para tenaga medis.

Bahkan, kata Sohibul, lebih penting dari menambah fasilitas pengobatan untuk rumah sakit di seluruh Indonesia atau menyelenggarakan massive testing kepada masyarakat. "Di sinilah letak gagal paham pemerintah dalam menangani wabah pandemi Covid-19," ujar Sohibul.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT