Razia Pengemis di Tanah Abang, Satpol PP Tak Temukan Korban PHK
TEMPO.CO | 25/04/2020 20:13
Satpol PP bersama Dinas Sosial DKI Jakarta menggelar razia pengemis di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam sampai Sabtu dinihari, 24-25 April 2020. (Dok. Pemkot Jakpus)
Satpol PP bersama Dinas Sosial DKI Jakarta menggelar razia pengemis di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam sampai Sabtu dinihari, 24-25 April 2020. (Dok. Pemkot Jakpus)

TEMPO.CO, Jakarta- Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Sosial DKI Jakarta menggelar razia penjangkauan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di area Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam sampai Sabtu dini hari, 24-25 April 2020. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan dari 55 orang yang diamankan, tidak ada satu pun PMKS yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

“Memang mereka ini bekerja seperti itu. Pemulung membawa gerobak. Tidak kita temukan orang yang katanya kena PHK terus menggelandang di Tanah Abang seperti diberitakan,” kata Arif dalam keterangan tertulisnya.

Arif menjelaskan, belakangan banyak bermunculan PMKS di sudut-sudut Ibu Kota. Hal tersebut dikhawatirkan menambah penularan Covid-19. Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menyebut sebagian dari PMKS yang diamankan memiliki tempat tinggal di daerah penyangga DKI Jakarta.

Menurut Bayu, mereka datang untuk mencari rezeki di Bulan Ramadan. “Hari ini kami tempatkan dulu di GOR. Insha Allah besok akan dilakukan assesment oleh teman-teman Dinas Sosial sehingga latar belakangnya jelas,” ucap dia.

Bayu mengatakan masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut untuk memastikan dugaan adanya pihak yang mengkoordinasikan para pengemis. Sejauh ini, lanjut dia, indikasi tersebut belum ditemukan. Berdasarkan pendataan awal, para PMKS bukan berasal dari saru daerah yang sama.

Satpol PP bersama Dinas Sosial DKI Jakarta menggelar razia pengemis di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat malam sampai Sabtu dinihari, 24-25 April 2020. (Dok. Pemkot Jakpus)

Bayu mengingatkan di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, warga agar disiplin dan tidak meninggalkan rumah jika tidak mendesak. “Kalau mereka terus berada di luar juga kan jadi sulit untuk menjangkau dan mendatanya. Bagi yang memerlukan bantuan bisa melapor melalui RT atau RW,” ucap Bayu.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapati sejumlah orang di Jakarta menjadi tunawisma karena terdampak wabah Corona. Juru bicara PSI, Sigit Widodo, menyatakan di antara mereka ialah pekerja harian yang dirumahkan. "Banyak dari mereka tidak bisa lagi membayar kos atau kontrakan sehingga akhirnya menggelandang di banyak tempat, termasuk Tanah Abang,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2020.

Contohnya ialah tiga pemuda bernama Reza, Raka, dan Fahmi yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketiganya, menurut Sigit, adalah lulusan perguruan tinggi di Balikpapan, Medan, dan Padang.

Tak cuma itu, PSI menemukan ibu yang tengah hamil tua dan empat anaknya juga menggelandang. PSI menggelar aksi membantu tunawisma di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis dinihari, 23 April 2020.

Sigit mendesak pemerintah DKI untuk menindaklanjuti masalah ini. Dia menyatakan jumlah orang terlantar di DKI terus bertambah setiap harinya. "Harapan kami tentunya Pemprov DKI bisa melakukan sesuatu untuk mereka karena kemampuan kami (PSI) sangat terbatas," ucap dia.

LANI DIANA

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT