Nekat Mudik, Penumpang Bayar Travel Gelap Ratusan Ribu
TEMPO.CO | 02/05/2020 21:09
Polisi memeriksa surat tiga orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari luar negeri di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2020. Pada hari kedua penyekatan pemudik di jalan tol masih banyak kendaraan yang tidak mengat
Polisi memeriksa surat tiga orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari luar negeri di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2020. Pada hari kedua penyekatan pemudik di jalan tol masih banyak kendaraan yang tidak mengatur jarak sosial dan warga yang memaksaan untuk mudik. ANTARA/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menangkap 15 penyedia jasa travel gelap yang hendak menyelundupkan 113 pemudik ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada Jumat malam, 1 April 2020. Mereka nekat melanggar kebijakan larangan mudik di tengah wabah Corona. 

Dirlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan para penyedia jasa travel gelap itu ditangkap di pos penyekatan Cikarang Barat dalam rentang pukul 21.00-00.00 WIB. “Kami amankan 15 travel gelap,” kata Sambodo kepada wartawan, Sabtu, 2 April 2020.

Menurut Sambodo, para penumpang yang nekat mudik dimintai tarif beragam, mulai dari Rp300.000-Rp500.000 untuk bisa sampai ke kampung halaman. Ia mengatakan para penyedia travel itu beriklan di media sosial, seperti Facebook, dan aplikasi percakapan WhatsApp. Sambodo menyatakan polisi langsung mengambil tindakan dengan menilang sopir travel gelap itu dan menahan mobil yang mereka gunakan.

Kejadian serupa pernah terungkap pada Rabu malam, 29 April 2020 lali. Saat itu, polisi mengamankan dua buah kendaraan travel ilegal yang menyelundupkan pemudik.

Mereka ditangkap saat tengah melintas di Kedung Waringin, Bekasi. Petugas yang tengah berjaga di Pos PAM setempat kemudian memberhentikan kendaraan tersebut dan memeriksanya. "Dari dua kendaraan, ada delapan penumpang belum termasuk supir. Satu isi enam, satu isi empat (penumpang)," ujar Sambodo.

Ketika ditanya, para penumpang mengaku telah membayar uang sebesar Rp300.000 - Rp500.000 kepada perusahaan travel gelap tersebut. Mereka dijanjikan dapat melintasi pos penjagaan dan mudik ke kampung halamannya di Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Sambodo mengatakan, modus para pelaku untuk mengelabui petugas dengan memakai plat hitam agar tak dikira kendaraan umum. Mereka juga memasang stiker suatu instansi untuk menakut-nakuti petugas di pos jaga.

Atas perbuatannya, dua pengemudi kendaraan itu dikenai Pasal 308 UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang kendaraan pribadi yang menarik penumpang tanpa izin trayek. Pelaku terancam tilang sebesar Rp500.000.

ADAM PRIREZA | M JULNIS FIRMANSYAH


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT