61 Tenaga Medis Daerah Bakal Bertugas di RSD Covid-19 Wisma Atlet
TEMPO.CO | 07/05/2020 01:08
Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020. (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)
Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu 28 Maret 2020. (ANTARA/HO/Tim Kesehatan Kogasgabdap Wisma Atlet)

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Medis Tim Koordinasi Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 J.F William menyatakan, 61 tenaga medis dari pelbagai daerah telah tiba di Jakarta. Menurut dia, mereka akan bertugas di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Perawat-perawat tersebut akan bertugas di RS Wisma Atlet untuk periode pertama 28 hari dinas dan 14 hari karantina pasca dinas," kata William dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Mei 2020.

Para relawan ini berasal dari Banda Aceh, Medan, Palembang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Makkasar. Mereka datang bergilir ke Ibu Kota.

Para tenaga medis ini berangkat menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur sejak Selasa sore, 5 Mei 2020.

William berujar, Tim Koordinasi Relawan Gugus Tugas berperan sebagai koordinator para tenaga medis ini dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

Kedatangan para relawan merupakan kerja sama antara TNI AU, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang menyediakan rapid test bagi tenaga medis, serta Kemenkes dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Ini adalah proyek kedua setelah sebelumnya juga mengundang para relawan dari seluruh Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan," ucap dia.

Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Data pemerintah pusat hingga 6 Mei menunjukkan 12.438 pasien positif, 2.317 sembuh, dan 895 meninggal. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 240.726 kasus dan 26.932 kasus pasien dalam pengawasan (PDP)


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT