Jepang Setujui Remdesivir sebagai Obat Virus Corona
TEMPO.CO | 08/05/2020 02:00
Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]
Seorang teknisi lab secara visual memeriksa botol berisi obat potensial virus corona remdesivir di fasilitas Ilmu Gilead di La Verne, California, AS 11 Maret 2020. [Gilead Sciences Inc / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Jepang telah menyetujui remdesivir Gilead Sciences Inc sebagai obat virus corona pada Kamis

Persetujuan penggunaan remdesivir menjadikan obat ini sebagai obat resmi pertama untuk penyakit Covid-19 di Jepang.

Menurut Reuters, 8 Mei 2020, Jepang mencapai keputusan itu hanya tiga hari setelah pembuat obat AS mengajukan permohonan persetujuan.

Remdesivir diberikan otorisasi minggu lalu oleh BPOM Amerika Serikat untuk penggunaan darurat penyakit virus corona. Remdesivir awalnya diciptakan untuk mengobati hepatitis dan virus pernapasan umum.

Dr. Mark Denison, peneliti dari Universitas Vanderbilt, seperti dilansir The New York Times, belum lama ini mengatakan, remdesivir bisa menyelinap melewati sistem kuat virus untuk melindungi RNA, bahan genetik mereka. Remdesivir membuat rantai RNA virus yang tumbuh berakhir sebelum waktunya, lalu membunuhnya.

Di sisi lain, para peneliti di Universitas Carolina Utara menemukan obat produksi Gilead Sciences Inc itu juga membunuh virus pada hewan yang terinfeksi. Tetapi, remdesivir gagal dalam sejumlah tes untuk hepatitis dan Ebola di Afrika.

Pada hari Kamis, para ahli di panel penasehat kementerian Jepang membahas keamanan dan efektivitas obat dan menyimpulkan bahwa obat itu harus disetujui, menurut laporan NHK.

Berdasarkan pendapat panel, Menteri Kesehatan Jepang Kato Katsunobu menyetujui remdesivir sebagai obat antivirus pertama Jepang untuk virus corona menggunakan prosedur khusus yang sangat disederhanakan.

Panel berharap agar obat itu bisa menyembuhkan pasien dalam kondisi serius, namun pasokan dan aksesibilitas obat dianggap terbatas.

Pemerintah Jepang berencana untuk mendistribusikan remdesivir terutama ke lembaga medis yang merawat pasien virus corona dengan gejala yang parah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT