Polisi Perkuat Check Point Cegah Masyarakat Mudik
TEMPO.CO | 16/05/2020 15:40
Anggota Polisi berada di dekat mobil travel gelap pengangkut pemudik yang disita Polisi terparkir di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. travel gelap yang diamankan tersebut diketahui mematok harga Rp500.000 sampai Rp700.000 p
Anggota Polisi berada di dekat mobil travel gelap pengangkut pemudik yang disita Polisi terparkir di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 11 Mei 2020. travel gelap yang diamankan tersebut diketahui mematok harga Rp500.000 sampai Rp700.000 per orang dengan sejumlah tujuan di Pulau Jawa. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Inspektur Jenderal Istiono menyebutkan keberadaan personel di seluruh check point penjagaan akan diperkuat untuk mengantisipasi masih adanya masyarakat yang nekad melakukan perjalanan mudik Lebaran 2020.

"Dalam 1-2 hari ini ada peningkatan sedikit untuk yang ingin mudik, tapi tidak signifikan. Oleh karena itu, kita pertebal di check-check point ini untuk melakukan pengecekan bagi masyarakat yang akan mudik," katanya, saat meninjau Check Point KM 31 Bekasi-Jakarta bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo, Jumat, 15 Mei 2020.

Istiono menyebutkan sampai saat ini sudah ada sekitar 45 ribu kendaraan pemudik yang diminta putar balik ke Jakarta. Kendaraan itu didominasi mobil pribadi.

Diakuinya, banyak cara digunakan masyarakat demi bisa melintas wilayah untuk mudik, mulai mencari jalan tikus hingga alih-alih membawa surat tugas. Tetapi, kata dia, polisi tetap meminta mereka untuk berputar balik.

Menurut Istiono, langkah persuasif yang ditempuh kepolisian, yakni dengan meminta calon pemudik berbalik arah dirasa cukup efektif untuk mencegah masyarakat pulang ke kampung halaman.

"Putar balik itu sudah efektif. Mereka akan berpikir dua kali karena ancang-ancang yang mau mudik itu kan sudah direncana, mulai penumpang, kendaraan, bensinnya, kan rugi (disuruh putar balik). Jadi, sudah cukup itu. Yang paling penting kesadaran masyarakat untuk tidak mudik untuk memutus mata rantai (Covid-19). Ini perang bersama Covid-19, kami ajak masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, Istiono menekankan pentingnya penambahan personel di seluruh check point penjagaan di masing-masing wilayah kepolisian daerah (polda).

"Semuanya, di masing-masing polda. Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten pun demikian," katanya.

Selain itu, Istiono menyampaikan bahwa tinjauan itu juga sekaligus memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD), makanan untuk berbuka, dan suplemen vitamin untuk personel yang bersiaga di pos pemeriksaan.

Sebelum peninjauan itu dilakukan, Korlantas dengan melibatkan polwan dan Bhayangkari, bersinergi dengan Jasa Raharja juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Memberikan bantuan sosial di titik-titik masyarakat kemarin yang telah kami sisir. Kami identifikasi yang belum kebagian atau sebagian ada yang belum kebagian bansos," kata Istiono.

Sementara itu, Dirut PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas dengan Korlantas Mabes Polri sebagai empati dengan kondisi yang ada, terutama masih adanya masyarakat yang nekad ingin mudik.

"Makanya, ini bersama Pak Kakorlantas mengunjungi salah satu check point untuk melihat kesiapan petugas dan memberikan bingkisan dalam bentuk sarana APD, makanan ringan yang bisa dimanfaatkan petugas agar tetap sehat dan semangat. Tadi pagi juga pembagian sembako terkoordinir melalui Korlantas bersama Bhayangkari," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT