Cegah Corona, Wagub DKI Minta Warga Lebaran Mudik Virtual
TEMPO.CO | 21/05/2020 05:15
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria bersilahturahmi ke Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto seusai dilantik pada Rabu, 15 April 2020. Riza akan memulai hari pertama bekerja sebagai Wagub pada Kamis. Instagram
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria bersilahturahmi ke Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto seusai dilantik pada Rabu, 15 April 2020. Riza akan memulai hari pertama bekerja sebagai Wagub pada Kamis. Instagram/@Ariza.patria

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengajak warga Ibu Kota, untuk berlebaran virtual di tengah pagebluk virus corona. Politikus Gerindra itu meminta warga tidak pulang kampung pada lebaran tahun ini untuk mencegah penularan Covid-19.

"Sekarang lebarannya lebaran virtual, tidak ada mudik, tidak ada kunjung mengunjungi, nikmati kemenangani dengan cara berbeda," ujarnya, Rabu 20 Mei 2020.

Riza berharap warga Ibu Kota bisa bersabar dengan kebijakan pembatasan sosial yang dibuat pemerintah untuk menghadapi wabah ini. Selama masa mudik dan menjelang silaturahmi lebaran ini, Riza mengimbau warga agar bisa tetap berada di rumah.

Namun, kata dia, jika warga ingin mengirim makanan atau kue dalam tradisi lebaran masih diperkenankan antar tetangga. "Saling kirim kue, makanan antara tetangga, ini terus kita lestarikan, kita budayakan, terus kita sosialisasikan apalagi di tengah Covid-19," ujarnya. "Silahturahmi tetap terjaga, terjalin baik sekali pun tidak bersalaman."

Riza menegaskan bahwa pemerintah telah melarang warga untuk mudik. Pemerintah hanya membolehkan masyarakat yang mengantongi surat izin keluar masuk (SIKM) untuk keluar atau masuk ke Ibu Kota.

"Bagi warga Jakarta gak boleh mudik, gak boleh keluar, gak boleh masuk, kecuali 11 sektor terkait yang dikecualikan," ujarnya. "Jadi kita tidak bisa sembarang keluar jakarta."

Pembatasan yang dilakukan pemerintah ini, kata dia, bukan ingin merampas kebebasan warga. Justru, kata dia lagi, pemerintah melakukan larangan mudik dan pembatasan ini untuk melindungi warga dari potensi penularan Covid-19. "Jadi mudiknya mudik virtual saja. Jangan mudik konvensional seperti biasanya."

 

IMAM HAMDI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT