Wagub Ungkap Alasan PKL Padati Tanah Abang Sebelum Lebaran
TEMPO.CO | 25/05/2020 06:01
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang t
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut banyak pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang yang berjualan menjelang Lebaran 2020. Beberapa di antaranya, menurut dia, membuka lapak secara diam-diam.

"Ada juga beberapa yang sembunyi-sembunyi buka lapak. Kucing-kucingan jadinya sama petugas kami," kata Riza saat dihubungi Tempo, Minggu, 24 Mei 2020.

Dia mengatakan petugas langsung menutup lapak yang ketahuan berdagang. Riza memahami momen Lebaran menjadi penting bagi para PKL di Tanah Abang. Sebab, saat momentum itulah PKL dapat meraup omset banyak. "Itu rezeki tahunan mereka," ucap politikus Partai Gerindra ini.

Namun di sisi lain Pemerintah DKI tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB Jakarta). Tujuannya agar tak ada kerumunan di jalan demi mencegah penularan virus corona meluas.

PSBB Jakarta berlaku sejak 10 April 2020 yang kini memasuki tahap ketiga hingga 4 Juni. Menjelang Lebaran, PKL kembali memadati trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Baik pembeli dan pedagang berjubelan di sana.

Bahkan Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur dipadati warga satu hari sebelum Lebaran. Begitu juga dengan kondisi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Mei 2020. Sebanyak 50 orang terbukti melanggar PSBB Jakarta lantaran tak mengenakan masker dan jaga jarak fisik alias physical distancing.

LANI DIANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT