Meski Virus Corona Mengancam, Timur Tengah Tak Lupakan Lebaran
TEMPO.CO | 25/05/2020 13:50
Sejumlah umat muslim meninggalkan masjid usai melaksanakan salat Idul Fitri di Lagham, Afganistan, 24 Mei 2020. REUTERS/Parwiz
Sejumlah umat muslim meninggalkan masjid usai melaksanakan salat Idul Fitri di Lagham, Afganistan, 24 Mei 2020. REUTERS/Parwiz

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) tidak menghalangi negara-negara Islam di timur tengah untuk merayakan Lebaran (Idul Fitri). Malah, Lebaran tahun ini relatif lebih aman dan 'sepi' dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan terbatasnya gerak warga di tengah lockdown Corona. Di Afghanistan, misalnya, kelompok pemberontak Taliban sampai menerapkan gencatan senjata agar libur Lebaran berjalan tenang.

Berikut adalah potret perayaan Idul Fitri di berbagai negara Islam yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Senin, 25 Mei 2020:

1. Arab Saudi

Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjidil Haram di tengah pembatasan aktivitas akibat virus Corona, di Mekah, Arab Saudi, Ahad, 24 Mei 2020. Instagram/@haramain_info

Di Arab Saudi, lockdown virus Corona (COVID-19) masih berjalan. Publik hanya boleh meninggalkan rumah untuk membeli obat-obatan ataupun makanan. Dengan kata lain, publik juga tidak diperbolehkan menggelar Salat berjamaah untuk merayakan Idul Fitri.

Sebagai ganti Salat berjamaah, Pemerintah Arab Saudi menayangkan ibadah Idul Fitri dari Kabah di Mekkah. Hanya beberapa orang yang diperbolehkan hadir di acara tersebut. 

2. Palestina

Seorang pria membagikan balon pada anak-anak Palestina saat merayakan Hari Raya Idul Fitri di dekat Yerusalem, 24 Mei 2020. REUTERS/Ronen Zvulun

Tidak berbeda dengan Arab Saudi, Salat Idul Fitri berjamaah di Masjid Al-Aqsa juga dilarang pada Ahad kemarin, 25 Mei 2020. Masjid tersebut baru akan dibuka setelah masa liburan Idul Fitri usai.

Meski akses ke Masjid Al-Aqsa sudah ditutup oleh Kepolisian, ternyata masih ada saja warga yang membandel. Dikutip dari situs Al Arabiya, dua orang di luar Masjid Al-Aqsa ditangkap oleh pihak Kepolisian karena mencoba menerobos masuk ke masjid. Selain, itu Kepolisian juga membubarkan unjuk rasa illegal yang digelar di luar Masjid Al-Aqsa.

3.Iran
Iran menerapkan kebijakan Idul Fitri yang relatif lebih ringan di masa pandemi virus Corona . Mereka tidak melarang Salat Idul Fitri berjamaah digelar di sejumlah masjid. Namun, jumlahnya harus dibatasi untuk tetap mematuhi peraturan pembatasan sosial.

Meski memperbolehkan Salat Idul Fitri berjamaah di masjid, Pemerintah Iran tidak menggelar Salat Idul Fitri berjamaah yang dipimpin oleh Pemimpin Agung Ali Khamenei. Padahal, sebelumnya, itu tradisi setahun sekali.

4.Uni Emirat Arab

Pengunjung menggunakan masker dan sarung tangan saat berbelanja di Dubai mall setelah pemerintah Uni Emirat Arab membuka kembali mall di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Dubai, UAE, 3 Mei 2020. Pengunjung yang ingin memasuki mall harus mengikuti panduan ketat yang harus dipatuhi seperti pemeriksaan suhu tubuh dan kewajiban memakai masker. REUTERS/Rula Rouhana

Uni Emirat Arab, secara bertahap, mulai mengangkat lockdown virus Corona-nya. Beberapa bisnis non-esensial, tak terkecuali mal, diperbolehkan kembali beroperasi agar roda ekonomi mulai berputar. Walau begitu, Salat Idul Fitri berjamaah tetap dilarang. Pemerintah Uni Emirat Arab meminta warga menggelar Salat Idul Fitri di rumah saja.

5.Yordania

Yordana menerapkan peraturan lockdown yang lebih ketat dibandingkan negara-negara sebelumnya. Di saat negara lain memperbolehkan toko dan rumah makan tetap buka di hari Idul Fitri, Yordania melarangnya. Alhasil, di masa Idul Fitri, kota Yordania seperti kota mati karena tidak ada ibadah berjamaah, tidak ada toko yang buka, dan tidak ada warga memenuhi taman hiburan.

6.Pakistan

Warga Muslim melaksanakan salat Idul Fitri di Peshawar, Pakistan, 24 Mei 2020. Meski telah melonggarkan kebijakan lockdown, namun salat Idul Fitri digelar dengan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus Corona. REUTERS/Fayaz Aziz

Pakistan memberikan kelonggaran terhadap umat Muslim sepanjang bulan Ramadan kemarin hingga perayaan Idul Fitri. Mereka memperbolehkan warga Muslim untuk tetap Salat berjamaah di Masjid walaupun pakar kesehatan tidak merekomendasikannya.

Salah satu bentuknya bisa dilihat pada Salat Idul Fitri di lapangan Karachi. Sebanyak 1000 jemaat berkumpul di situ untuk Salat Idul Fitri. Tidak ada peraturan jarak antar jemaat dan beberapa jemaat pun hadir tanpa masker terpasang di muka mereka.

ISTMAN MP | AL ARABIYA






REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT