H+2 Lebaran, Jalur Puncak Dipadati Kendaraan Asal Jakarta
TEMPO.CO | 27/05/2020 02:08
Sejumlah joki menawarkan jasa penunjuk jalur alternatif di Gadok, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selatan 26 Mei 2020. Kepadatan kendaraan menuju Puncak Bogor dimanfaatkan sejumlah warga sebagai joki jasa penunjuk jalan alternatif untuk menghindari k
Sejumlah joki menawarkan jasa penunjuk jalur alternatif di Gadok, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selatan 26 Mei 2020. Kepadatan kendaraan menuju Puncak Bogor dimanfaatkan sejumlah warga sebagai joki jasa penunjuk jalan alternatif untuk menghindari kemacetan dengan tarif Rp50.000 - Rp100.000. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan asal Jakarta memadati kawasan Jalur Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor pada H+2 lebaran, Selasa, 26 Mei 2020. Padahal, kawasan Kabupaten Bogor masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

Kasatlantas Polres Bogor Ajun Komisaris Fadli Amri, di Bogor, Selasa, mengatakan bahwa kepadatan di Jalur Puncak itu terjadi sejak H+1 lebaran, Senin, 25 Mei 2020.

Menurut dia, banyak warga Jakarta sengaja datang ke Puncak Bogor untuk berlibur Lebaran.

"Memang sempat terjadi kepadatan di daerah Puncak. Setelah saya amati hal ini dikarenakan banyak warga Jakarta yang naik ke Puncak untuk sekadar melepas penat," katanya.

Fadli mengatakan, banyaknya warga Jakarta yang berkunjung ke Puncak Bogor itu lantaran banyak restoran yang buka setelah lebaran di sepanjang jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu.

"Tentunya ini menjadi temuan baru pascalebaran dan akan kami lakukan koordinasi dengan gugus tugas di tingkat Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Fadli.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bogor Kompol Agoeng Ramadhani menyebutkan bahwa Polres Bogor menerjunkan 1.224 personel untuk mengawal perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah di wilayah Kabupaten Bogor.

"Personel sebanyak itu disiagakan untuk mengamankan beberapa posko seperti Posko Utama, satu Pos Pelayanan (Posyan) Gadog Ciawi, 17 Pos Pengamanan (Pospam), dan 66 titik di Gerakan Pengaturan Lalu Lintas (Gatur)," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT