Lockdown Dicabut, Taman Bermain Jepang Larang Pengunjung Teriak
TEMPO.CO | 30/05/2020 06:00
Warga mengenakan masker berjalan di sebuah jalan di Shinjuku di Tokyo, Jepang, 25 Mei 2020. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 25 Mei mencabut status darurat COVID-19 di lima prefektur tersisa yang masih berada di bawah pembatasan, termasuk Tokyo, sei
Warga mengenakan masker berjalan di sebuah jalan di Shinjuku di Tokyo, Jepang, 25 Mei 2020. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 25 Mei mencabut status darurat COVID-19 di lima prefektur tersisa yang masih berada di bawah pembatasan, termasuk Tokyo, seiring dengan telah terkendalinya sebagian besar penyebaran virus tersebut. Xinhua/Du Xiaoyi

TEMPO.CO, Jakarta - Relaksasi lockdown virus corona (Covid-19) di Jepang akan berdampak pada kemeriahan taman bermain. Para pencari adrenalin wahana bermain di Jepang kini dilarang berteriak.

Pekan ini Jepang mencabut status darurat virus corona, sehingga mendoronga operator taman hiburan memperkenalkan pedoman baru untuk memastikan keselamatan tamu dan staf dalam menghadapi Covid-19.

Taman bermain telah merekomendasikan langkah-langkah sanitasi, pemeriksaan suhu tubuh secara teratur dan wajib mengenakan masker wajah sambil menekankan pentingnya jarak sosial.

Namun, aturan baru yang tidak lazim adalah taman hiburan harus mendorong pengunjung agar saat mengendarai atraksi luar ruangan, termasuk roller coaster, tidak berteriak atau bersorak.

Pedoman baru juga mewajibkan karyawan untuk mengenakan masker dan harus menjaga setidaknya satu meter dari pengunjung.

Para tenaga medis melihat aksi tim aerobatik Blue-Impulse dari Angkatan Udara Jepang saat beraksi di langit untuk memberi hormat pada para tenaga medis yang telah berjuang menjadi garda terdepan melawan virus corona di atas Rumah Sakit Self-Defense Forces Central Hospital di Tokyo, Jepang, 29 Mei 2020. REUTERS/Issei Kato

Pedoman tersebut dikeluarkan oleh Asosiasi Taman Bertema Jepang Timur dan Barat, yang terdiri dari lebih dari 30 operator taman hiburan utama di Jepang, termasuk Oriental Land Company (operator Tokyo Disneyland dan DisneySea) dan Universal Studio Jepang.

Selain dari pedoman yang diterbitkan, beberapa taman hiburan telah menerapkan aturan mereka sendiri.

Taman hiburan utama di Jepang telah ditutup sejak awal Februari untuk memerangi penyebaran Covid-19. Meskipun beberapa taman hiburan Jepang mulai menyambut pengunjung lagi, Tokyo Disneyland dan Universal Jepang belum mengumumkan tanggal pembukaan kembali.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT