Pemprov DKI Belum Siapkan Skema New Normal di Sekolah
TEMPO.CO | 02/06/2020 05:34
Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)
Ilustrasi bersekolah dengan menggunakan masker. (Xinhua/Kaikeo Saiyasane)

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah pada 13 Juli 2020. Sejauh ini Pemprov masih merancang skema new normal atau kenormalan baru di sekolah. 

"Untuk sekolah tanggal 13 Juli itu belum. Nanti akan kami umumkan kapan waktu yang tepat mulai bersekolah," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengutip Antara, Senin, 1 Juni 2020. Mantan anggota DPR RI dari Partai Gerindra ini menyebutkan Pemprov DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengeluarkan keputusan untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar di sekolah. 

DKI akan berkolaborasi dengan para ahli seperti epidemiologi termasuk organisasi profesi yang berkaitan dengan Covid-19. "Akan diumumkan di waktu yang tepat, apalagi anak-anak sekolah yang di bawah 10 tahun itu menjadi perhatian kami. Sementara ini semua aktivitas sekolah dan ibadah masih dilakukan di rumah," kata Ahmad Riza Patria.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menerbitkan Surat Keputusan Nomor 467 tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021. SK tersebut mengatur jadwal pendidikan tahun ajaran 2020/2021 untuk semua jenjang sekolah.

Aktivitas kegiatan belajar mengajar dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2020. Pada 13-15 Juli 2020 ditetapkan sebagai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi Peserta Didik Baru (PDB). Nahdiana membenarkan mengenai surat tersebut. Namun jadwal yang telah disusun itu dapat berubah bila ada kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir.

Nahdiana menegaskan surat keputusan ini bukan merupakan pembukaan kembali sekolah. "Pembukaan sekolah akan dilakukan setelah situasi dan kondisi dinyatakan aman dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," kata Nahdiana.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT