Kasus Baru Corona di Korea Selatan Terkait 13 Gereja
TEMPO.CO | 02/06/2020 08:31
Pengunjung mengenakan masker saat mengantre naik wahana komidi putar di sebuah taman hiburan di Seoul, Korea Selatan, 30 April 2020. Negara ini melaporkan tidak ada kasus virus corona domestik baru untuk pertama kalinya sejak Februari. REUTERS/Kim Hong-Ji
Pengunjung mengenakan masker saat mengantre naik wahana komidi putar di sebuah taman hiburan di Seoul, Korea Selatan, 30 April 2020. Negara ini melaporkan tidak ada kasus virus corona domestik baru untuk pertama kalinya sejak Februari. REUTERS/Kim Hong-Ji

TEMPO.CO, Seoul – Pemerintah Korea Selatan mengumumkan ada klaster baru penularan virus Corona. Klaster ini terkait dengan 13 gereja kecil di sekitar Seoul.

Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit di Korea atau KCDC melaporkan 35 kasus baru virus Corona pada Senin.

Ini termasuk 30 kasus lokal, yang membuat total kasus virus Corona menjadi 11.503 kasus.

Para pasien ini terinfeksi virus Corona, yang lokasinya terkait dengan 11 gereja di Kota Incheon dan dua gereja di Provinsi Gyeonggi

Seoul, Incheon dan Gyeonggi merupakan bagian dari area metropolitan ibu kota.

Area ini menjadi rumah dari sekitar setengah populasi di Korea.

“Penularan ini diduga terjadi saat pasien melakukan acara doa bersama di gereja secara bergantian,” begitu penjelasan dari KCDC.

Otoritas masih melakukan penelusuran kontak dari para korban yang terinfeksi virus Corona.

Satu klaster di Gyeonggi terkait dengan sekelompok pastor saat mereka melakukan pertemuan menjelang akhir Mei.

Jumlah korban tewas akibat infeksi virus Corona di Korea Selatan relatif kecil yaitu 271 orang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT