Samsat Kabupaten Bogor Buka Gerai di Puncak Cisarua
TEMPO.CO | 10/06/2020 07:23
Samsat Keliling di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Hampir setiap hari Ahad saat Car Free Day, kepolisian menyediakan samsat keliling bagi warga yang ingn memperpanjang SIM. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho
Samsat Keliling di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Hampir setiap hari Ahad saat Car Free Day, kepolisian menyediakan samsat keliling bagi warga yang ingn memperpanjang SIM. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini membuka gerai layanan di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, tepatnya di Mess Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

"Zona selatan Kabupaten Bogor belum ada sebelumnya. Kita wakili dengan pelayanan di Cisarua ini," ujar Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Bogor, Ade Sukalsah, Selasa, 9 Juni 2020.

Ia mengatakan kehadiran gerai Samsat ini sangat membantu masyarakat mengingat Kabupaten Bogor memiliki wilayah yang luas dengan jumlah 40 kecamatan. Terlebih, menurut dia, masih banyak wajib pajak yang lebih memilih bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara manual.

"Kenapa harus ada outlet, karena orang banyak yang memilih manual. Jika pembayaran online sekalipun harus ke Samsat untuk pengesahan," ujar Ade.

Menurut Ade, hadirnya Gerai Samsat Cisarua melengkapi pelayanan di setiap arah mata angin Kabupaten Bogor, seperti di sebelah barat ada Gerai Samsat Leuwiliang. Lalu di sebelah utara Gerai Samsat Parung, sebelah timur Gerai Samsat Cileungsi dan Jonggol, serta sebelah selatan ada Gerai Samsat Induk dan Samsat keliling.

"Semua tempat layanan buka Senin sampai Sabtu pukul 08.00 WIB. Senin sampai Jumat tutup pukul 14.00 WIB, khusus hari Sabtu tutup pukul 11.00 WIB," Sebut Ade.

Ade menyebutkan animo masyarakat terbilang tinggi meski layanan gerai Samsat di Cisarua baru dibuka pada 4 Juni 2020. Hari pertama dibuka, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di gerai tersebut bahkan mencapai Rp 93 juta.

"Idealnya, seperti outlet Leuwiliang sudah di atas Rp 100 juta per hari, kadang bisa sampai Rp 250 juta. Paling top itu di Cileungsi bisa sampai Rp 400 jutaan kalau lagi ramai, rata-rata di Rp200 jutaan per hari kalau Cileungsi," sebut Ade.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT