Menjelang New Normal, Warga Bekasi Siap Ikuti Protokol Kesehatan
TEMPO.CO | 15/06/2020 07:55
Pelajar Madrasah Alam Robbani menggunakan masker dan pelindung wajah (face shield) ditemani orang tuanya saat mengikuti prosesi acara kelulusan di Madrasah Alam Robbani, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juni 2020. Pelajar Raudatul Athfal dan Ma
Pelajar Madrasah Alam Robbani menggunakan masker dan pelindung wajah (face shield) ditemani orang tuanya saat mengikuti prosesi acara kelulusan di Madrasah Alam Robbani, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juni 2020. Pelajar Raudatul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah Alam Robbani melaksanakan prosesi wisuda kelulusan di tengah pandemi Covid-19 saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga di Kabupaten Bekasi sudah siap mengikuti protokol kesehatan menjelang new normal atau adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19.

"Kesiapannya dengan mengikuti aturan protokol kesehatan saja," kata Widi, karyawan swasta di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu, 14 Juni 2020.

Dalam tiga bulan terakhir, Widi tetap masuk kerja pada saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  

Sejak wabah Covid-19 terdeteksi di Indonesia, perusahaan tempatnya bekerja telah menyosialisasikan dan menerapkan aturan protokol kesehatan pada April lalu. Seperti menyediakan masker untuk karyawan, menyediakan hand sanitizer dan membatasi jarak antara karyawan satu dengan lainnya saat mereka bekerja.

Aturan yang telah diterapkan perusahaan tempatnya bekerja itu membuatnya mulai terbiasa dengan kebiasaan pada new normal tersebut.

Seorang pedagang bernama Tyo tidak keberatan jika penerapan protokol kesehatan new normal diberlakukan. Dia juga sudah mulai terbiasa mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

Untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya pembeli seiring dengan pemberlakuan new normal, penjual pecel dan nasi bakar itu sudah mulai menyediakan hand sanitizer bagi para pembelinya.

Sikap serupa juga disampaikan Dhea, guru di sebuah sekolah swasta di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Mau tidak mau, dia harus mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan demi melindungi diri dari paparan virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19.

"Awalnya memang merasa terpaksa karena tidak terbiasa saat harus memakai masker saat keluar. Tapi karena wabahnya masih ada, sementara saya juga harus terus beraktivitas, ke pasar, ke mana-mana. Jadi mau tidak mau ikuti aturan yang memang dianjurkan demi keselamatan kita semua," katanya.

Pada Rabu 27 Mei lalu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan bahwa pemerintah pusat akan menawarkan kepada para kepala daerah untuk melakukan pelonggaran aturan terhadap wilayahnya menuju New Normal. Upaya tersebut dilakukan demi membangkitkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terpukul akibat pandemi Covid-19. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT