Wabah Covid-19 di Negara Bagian Jerman, Bisa Memicu Lockdown
TEMPO.CO | 21/06/2020 15:33
Orang-orang berkumpul di jalan untuk menyaksikan instalasi seni "Die Balkone" (balkon) di balkon, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse
Orang-orang berkumpul di jalan untuk menyaksikan instalasi seni "Die Balkone" (balkon) di balkon, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse

TEMPO.CO, Frankfurt – Sebanyak sekitar seribu pekerja di perusahaan pengolahan daging di Jerman terpapar Covid-19 atau virus Corona.

“Ini membuat otoritas kesehatan mewajibkan karantina terhadap 6.500 karyawan dan keluarganya,” begitu dilansir Channel News Asia pada Senin, 21 Jui 2020.

Karantina lokal berskala cukup besar ini menjadi kemunduran bagi upaya pembukaan kembali ekonomi Jerman.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, sebenarnya mendukung penerapan lockdown lebih lama untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, ada sejumlah tekanan dan permintaan relaksasi dari para premier di negara bagian Jerman.

Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki manajemen penanganan Covid-19 terbaik.

Namun, kasus baru Covid-19 terus terjadi di sejumlah rumah potong hewan di sana.

Kebanyakan karyawan di rumah potong hewan ini berasal dari migran.

Pemilik perusahaan mengaku masalah ini menjadi ancaman eksistensi perusahaan.

“Sebagai perusahaan kami pikir telah melakukan semuanya dengan benar,” kata Clemens toennies, manajemen perusahaan.

Kasus baru berskala besar ini bisa membuat negara bagian Jerman yaitu Rhine Wesphalia Utara menerapkan lockdown yang lebih luas.

Ini membuat sejumlah negara seperti Cina melarang pembelian daging dari pabrik pengolahan ini. Wabah Covid-19 ini, seperti dilansir CNN, bermula di Kota Wuhan, Cina, pada Desember 2019. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT