Otoritas Cina Terapkan Lockdown Covid-19 di Anxin
TEMPO.CO | 29/06/2020 05:32
Seorang staf medis dalam pakaian pelindung melakukan tes swab dari orang-orang yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Beijing, menyusul kasus baru infeksi penyakit  virus corona (Covid-19) di ibu kota Cina, di Nanjing, provinsi Jiangsu, Cina 15 Juni 2
Seorang staf medis dalam pakaian pelindung melakukan tes swab dari orang-orang yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Beijing, menyusul kasus baru infeksi penyakit virus corona (Covid-19) di ibu kota Cina, di Nanjing, provinsi Jiangsu, Cina 15 Juni 2020. China Daily via REUTERS

TEMPO.CO, Beijing – Otoritas kesehatan Cina menerapkan penutupan wilayah ketat atau strict lockdown terhadap sekitar setengah juta orang di Provinsi Hebei untuk mencegah penyebaran kasus baru Covid-19.

Penutupan wilayah ini berlangsung sejak Ahad, 18 Juni 2020. Otoritas mengatakan wabah Covid-19 atau Corona ini masih terbilang parah dan kompleks.

“Saat ini ada ratusan kasus baru Covid-19 di Beijing dan wabah serupa terjadi di provinsi tetangga Hebei dalam satu – dua pekan terakhir,” begitu dilansir Channel News Asia pada Ahad, 28 Juni 2020.

Otoritas Beijing mengatakan daerah Anxin di Hebei, yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Beijing, bakal ditutup dan dalam pengawasan.

Mekanisme lockdown serupa pernah diterapkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada awal 2020.

Otoritas mengizinkan satu orang dari setiap keluarga di Anxin untuk ke luar rumah dan berbelanja keperluan sehari-hari seperti makanan dan obat-obatan.

Langkah ini diambil setelah Beijing mengalami 14 kasus baru Covid-19 dalam sehari terakhir. Ini membuat total kasus di Beijing menjadi 311 kasus sejak pertengahan Juni 2020.

Seperti dilansir Channel News Asia, pandemi Corona ini merebak di Kota Wuhan pada Desember 2019. Namun, seperti dilansir CNN, tim peneliti dari Harvard University menduga wabah ini mulai menyebar sejak pertengahan 2019 di Kota Wuhan, Cina.

Saat ini, jumlah kasus Covid-19 telah melewati 10 kasus di seluruh dunia. Jumlah korban meninggal sebanyak sekitar 500 ribu orang dengan jumlah korban sembuh sebanyak 5.05 juta orang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT