Faisal Basri Prediksi RI Turun dari Pendapatan Menengah Atas 2020
TEMPO.CO | 11/07/2020 05:45
Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji
Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri memprediksi Indonesia bakal turun kelas lagi dari negara berpendapatan menengah atas ke negara berpendapatan menengah bawah lagi pada 2020.

"Kemungkinan kita naik kelas hanya satu tahun, lalu 2020 turun lagi, tidak apa-apa, mudah-mudahan 2021 naik kelas lagi. Itu hanya klasifikasi saja," ujar Faisal dalam diskusi daring, Jumat, 10 Juli 2020.

Laporan Bank Dunia per 1 Juli 2020 menyatakan status Indonesia naik dari lower-middle income country menjadi upper-middle income country, lantaran gross national income per kapita Indonesia tercatat naik menjadi 4.050 dolar AS pada 2019 dari 3.840 dolar AS di tahun sebelumnya.

Faisal mengatakan naik kelasnya Indonesia menjadi negara  dengan pendapatan menengah atas tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19. Sebab, kenaikan kelas itu didasari pada data 2019.

Menurut dia, Indonesia seharusnya bisa naik kelas pada 2018. Namun, lantaran pertumbuhan ekonomi melambat dan nilai tukar rupiah jeblok, maka naik kelas baru dirasakan setahun sebelumnya. "Itu kan semua dihitung dalam dolar, jadi harus disesuaikan ke dolar."

Namun demikian, Faisal mengatakan kenaikan kelas itu patut disyukuri. Apalagi, Indonesia adalah satu-satunya negara yang naik kelas dari negara berpendapatan menengah bawah ke menengah atas pada 2019.

Selain Indonesia, negara yang naik kelas adalah Benin dari negara berpendapatan rendah ke menengah bawah, serta Mauritius, Nauru, dan Romania dari kelompok menengah atas ke berpendapatan tinggi.

"Ada yang turun dari upper middle ke lower middle itu kalau tidak salah Tanzania, Srilanka, dan Aljazair," ujar Faisal. ia mengatakan selama menjadi negara berpendapatan menengah, Indonesia sudah tidak lagi mendapat fasilitas GSP dari Amerika Serikat, maupun mendapat pinjaman lunak dari lembaga internasional.

Ke depannya, Faisal mengatakan pemerintah perlu secepat mungkin mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan Covid-19. Pasalnya, kondisi perekonomian akan sangat bergantung kepada keberhasilan penanganan pagebluk.

"Jadi naik kelas itu tidak berkaitan dengan Covid-19. Virus Corona justru kemungkinan membuat kita turun lagi kelompoknya tahun ini," ujar Faisal.

Pada 4 Juli lalu, Presiden Jokowi menyebutkan Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali naik status menjadi negara berpendapatan tinggi asal bisa memenuhi sedikitnya tiga syarat. Pertama, Indonesia harus memiliki infrastruktur yang efisien.

Kedua, Indonesia juga perlu memiliki sistem kerja yang kompetitif, cepat, dan berorientasi pada hasil.  Ketiga, Indonesia juga perlu Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan kompetitif.

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT