Ahok: Dulu Kalau Nggak Salah Universal Studio yang Diundang Ancol
TEMPO.CO | 11/07/2020 18:30
Sejumlah kapal nelayan berada di dekat lokasi reklamasi perluasan kawasan Ancol, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020. Anies menerbitkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia
Sejumlah kapal nelayan berada di dekat lokasi reklamasi perluasan kawasan Ancol, Jakarta, Rabu, 1 Juli 2020. Anies menerbitkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) Seluas sekitar 35 hektare dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas 120 hektare. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan sepengetahuan dia pengembangan Ancol di sisi barat, yang berada di lahan 35 hektare itu bakal dijadikan tempat wisata Universal Studio.

"Dulu kalau nggak salah, Universal Studio yang mau diundang masuk Ancol," kata dia lewat pesan singkat pada Jumat, 10 Juli 2020.

Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemanfaatan lahan perluasan kawasan Ancol itu untuk kepentingan publik.

Nantinya di perluasan kawasan itu akan dibangun museum sejarah nabi terbesar di luar Arab Saudi. "Di kawasan ini akan diambil tiga hektare dari 120 hektare yang direncanakan, dari 20 hektare yang, sudah ada, hanya tiga hektare untuk membangun Museum Sejarah Nabi," kata Anies lewat siaran Youtube yang diunggah Pemprov DKI, Sabtu, 11 Juli 2020.

Menurut Anies, museum sejarah nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai bagian dari kawasan Ancol. "Dan museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah Nabi di luar Saudi Arabia," kata dia.

Ia berharap museum ini akan menjadi magnet bagi wisatawan bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia.

Untuk memanfaatkan lahan yang sudah ada akibat penimbunan di pantai Ancol, Anies mengatakan harus disiapkan semua dokumen administratifnya.

Untuk itu ia menerbitkan Keputusan Gubernur nomor 237 sebagai dasar persyaratan legal administratif pemanfaatan lahan.

Anies menyatakan proses yang telah dilalui dan yang akan dikerjakan dalam perluasan kawasan Ancol itu akan mengikuti proses hukum yang ada dan pelaksanaannya pun nanti akan dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI yang harus menaati ketentuan hukum dan ketentuan Amdal.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT