Dibuka Menguat, IHSG Diharapkan Stabil di Level 5.000-an
TEMPO.CO | 14/07/2020 09:57
Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. IHSG naik 84,68 poin (1,36%) ke 6.293,801. TEMPO/Tony Hartawan
Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. IHSG naik 84,68 poin (1,36%) ke 6.293,801. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Selasa 14 Juli 2020 pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat menguat 0,12 persen atau 6,21 poin menjadi 5.070,65. Dari Bursa Efek Indonesia (BEI), terpantau 128 saham menguat, 46 saham koreksi, dan 125 saham stagnan.

“Diperkirakan IHSG masih berpeluang untuk menguji resistan di 5.140 dan akan melanjutkan penguatannya ke area 5.200–5.300,” ujar Institution Research Team MNC Sekuritas melalui riset harian, Selasa. Indeks diprediksi akan bergerak dengan level support 5.009 dan 4.973. 

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, berdasarkan rasio fibonacci, IHSG support pertama maupun kedua memiliki kisaran 4.975—4.865,27. Sementara itu, resistan pertama dan kedua memiliki kisaran 5.097,14—5.172,37.

Nafan menyebut berdasarkan indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area positif. Adapun, Stokastik dan RSI bergerak menuju ke area overbought.

“Di sisi lain, terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistan,” Nafan menguraikan.

Sementara itu, Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan pasar Amerika Serikat menyusul tensi hubungan Cina dan Amerika Serikat yang kian memanas. Dilansir dari Bloomberg, indeks Kospi Korea Selatan membuka perdagangan pagi ini dengan koreksi 0,5 persen. Penurunan serupa juga terjadi pada pasar Australia, dengan indeks S&P/ASX 200 yang turun 0,5 persen.

Indeks Topix Jepang juga membuka perdagangan di zona merah setelah turun 0,4 persen. Sementara bursa berjangka S&P 500 dibuka menguat 0,1 persen hingga pukul 09.07 waktu Tokyo, Jepang.

Perdagangan saham hari ini ditopang oleh tensi hubungan Cina dan AS yang kian memanas setelah AS menolak klaim China terkait Laut China Selatan. Hal ini sekaligus membatalkan kebijakan AS Sebelumnya yang tidak memihak dalam masalah klaim wilayah ini.

Sementara itu, investor juga menunggu outlook pendapatan dari laporan keuangan perusahaan. Hal ini dapat mendukung sikap bullish pelaku pasar yang juga ditopang oleh banjir stimulus dari pemerintah dan bank sentral untuk melawan dampak negatif dari pandemi virus corona.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT