2 Kesulitan Menyingkap Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV
TEMPO.CO | 14/07/2020 19:41
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan kondisi jenazah Yodi Prabowo, editor Metro TV yang tewas dibunuh, sudah dalam kondisi busuk saat ditemukan. Hal ini, kata Yusri, membuat penyidik sempat menemui kesulitan. 

"Yang pertama ada kesulitan itu bahwa mayat sudah 2-3 hari diperkirakan (tewas), itu udah pasti. Jadi sudah ada pembusukan-pembusukan," ujar Yusri saat dihubungi, Kamis, 14 Juli 2020. 

Selain kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk, kondisi TKP sudah berubah akibat panas dan hujan di sekitar lokasi. Hal ini sedikit menghambat polisi untuk mencari petunjuk. 

Meskipun begitu, Yusri mengatakan polisi mendapatkan kemudahan dari masih utuhnya barang korban saat ditemukan. "Yang memudahkan kami di sini adalah barang pribadi si korban tidak hilang, berarti mengkerucut dong, bukan yang namanya perampokan, bukan begal," kata Yusri. 

Sebelumnya, mayat Yodi Prabowo pertama kali ditemukan warga di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 10 Juli 2020. Jenazah Yodi ditemukan oleh bocah di sekitar lokasi yang sedang bermain layangan.

Editor Metro TV Yodi Prabowo. instagram.com/metrotv

Dari hasil otopsi terhadap jenazah Yodi, terungkap bahwa luka robek di bagian leher menjadi penyebab utama kematian laki-laki berusia 26 tahun itu. Selain di leher, Yusri mengatakan luka tikaman pada bagian dada menembus iga hingga ke paru-paru juga mempercepat kematian Yodi. 

Sampai saat ini, pelaku pembunuhan Yodi masih misteri. Polisi masih menyelidiki asal-usul pisau yang menikamnya, serta mengidentifikasi rekaman CCTV di sekitar lokasi. Polisi juga sudah memeriksa 23 saksi, di antaranya merupakan keluarga, kekasih, dan rekan kerja Yodi. 

Saat ini Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Kepolisian Resor jakarta Selatan sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan editor Metro TV tersebut. "Kasus ini sudah mendapat atensi dari pimpinan," kata Yusri. 

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT