Bio Farma Bakal Genjot Produksi Alat Tes PCR Hingga 2 Juta Unit
TEMPO.CO | 16/07/2020 20:36
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) didampingi Rektor Unpad Rina Indiastuti (kedua kanan), Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Bio Farma Sri Harsi Teteki (kiri) dan kepala Lab Lia Farida (kedua kiri) meninjau Mobile Laboratorium Bio Safet
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) didampingi Rektor Unpad Rina Indiastuti (kedua kanan), Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan Bio Farma Sri Harsi Teteki (kiri) dan kepala Lab Lia Farida (kedua kiri) meninjau Mobile Laboratorium Bio Safety Level (BSL) 3 di gedung RSP Fakultas Kedokteran Unpad, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 12 Juni 2020. Bio Farma menyerahkan peminjaman Mobile Laboratorium BSL 3 pertama di Indonesia kepada Universitas Padjadjaran yang dapat digunakan untuk pemeriksaan Swab Test melalui RT-PCR pasien COVID-19. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bio Farma (Persero) menyatakan akan meningkatkan kapasitas produksi alat tes polymerase chain reaction (PCR) dalam waktu dekat.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 240.000 unit per bulan. Hingga Juli 2020, perseroan telah memproduksi sekitar 140.000 unti alat tes PCR.

"Kapasitasnya (produksi alat tes PCR) akan dinaikkan menjadi 1,5 juta unit, dan pada akhirnya menjadi 2 juta unit pada September 2020," kata Honesti dalam konferensi pers jarak jauh, Kamis, 16 Juli 2020.

Seperti diketahui, alat tes PCR besutan Bio Farma merupakan hasil kolaborasi dalam nuansa kegotong-royongan dalam Gerakan Indonesia Pasti Bisa dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) yang dimotori oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hingga Juli 2020, Bio Farma telah mendonasikan 100.000 alat tes PCR kepada 45 laboratorium di penjuru negeri. Adapun, laboratorium tersebut merupakan hasil rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Honesti berujar alat tes PCR perseroan memiliki aspek kompetitif yang cukup penting yakni hasil produksi lokal. Dengan kata lain, institusi pengguna alat tes PCR dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan alat tes PCR tersebut. Saat ini Bio Farma masih menunggu kedatangan impor bahan baku untuk memproduksi alat tes PCR tersebut.

Honesti berujar alat tes PCR perseroan telah memenuhi Golden Standard dalam pemeriksaan Covid-19 sekaligus penentuan penegakan diagnosis status positif atau negatif dari sampel swab yang berasal dari pasien yang terduga terpapar oleh Covid-19.

Terpisah, Direktur Operasi Bio Farma M Rahman Rustan mengatakan perseroan juga memproduksi peralatan lain dalam menangani pancdemi Covid-19.

Rustam menyebutkan, Bio Farma sudah menyiapkan juga skenario lainnya untuk menangani wabah Covid-19 antara lain: pengembangan vaksin Covid-19, dan pembuatan Viral Transfer Medium (VTM). Selain itu, lanjutnya, Bi Farma juga memproduksi terapi plasma konvalesen, dan pembuatan Mobile Laboratorium BSL 3.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT