PPDB 2020, DKR Tagih Janji Ombudsman Perjuangkan Siswa di Depok
TEMPO.CO | 18/07/2020 15:53
Sekitar 50 warga Depok berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Depok, Jalan Margonda, untuk menolak sistem zonasi pada PPDB 2019 karena mengeliminasi kuota untuk siswa miskin, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim
Sekitar 50 warga Depok berunjuk rasa di Kantor Wali Kota Depok, Jalan Margonda, untuk menolak sistem zonasi pada PPDB 2019 karena mengeliminasi kuota untuk siswa miskin, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

TEMPO.CO, Depok - Dewan Kesehatan Rakyat Kota Depok menunggu janji Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, yang ingin memperjuangkan siswa yang belum mendapatkan sekolah pada penerima peserta didik baru atau PPDB tahun 2020/2021.

Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan mengatakan banyak orang tua siswa yang menggantungkan harapan kepada Ombudsman DKI agar anak mereka masih bisa mendapatkan sekolah negeri. "Siswa dari keluarga miskin yang ditolak bersekolah hanya bisa menggantungkan nasib pada Ombudsman,” Kata Roy melalui keterangan resminya, Sabtu, 18 Juli 2020.

Roy bersama orang tua siswa telah mengadukan proses PPDB SMA/SMK negeri di Depok ke Ombudsman RI pada Rabu 15 Juli 2020. Orang tua siswa miskin di Depok, kata dia, diminta bersabar menunggu Kebijakan Ombudsman Jakarta Raya, yang sedang memproses aduan para orang tua siswa tersebut.

Roy menuturkan para orang tua siswa akan terus menuntut keadilan agar anak-anak mereka bisa sekolah kembali di sekolah negeri. "Jangan biarkan anak siswa miskin, menunggu terlalu lama untuk daftar ulang apalagi kalau sampai tidak sekolah. Sebab akan makin banyak orang miskin,” tegas Roy Pangharapan.

Ia menuturkan proses PPDB di Depok telah membuat seorang siswa depresi karena belum mendapatkan sekolah hingga hari ini. Siswa yang depresi tersebut tinggal di Kelurahan Kemirimuka, Beji, tidak jauh dari SMA Negeri 14 Depok.

"Anak itu mengalami depresi tidak mau sekolah lagi. Dia malu melihat kawan-kawannya sudah kembali bersekolah sementara dirinya ditolak,” ujarnya. "Siswa ini didiagnosa depresi namun bisa dirawat jalan."

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT