Luhut Pandjaitan: Kalau Dulu Lockdown, RI Sudah Bubar
TEMPO.CO | 26/07/2020 06:00
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa wa
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah tidak pernah ragu-ragu dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19. Pemerintah, kata dia, selalu menghitung cermat strategi yang diambil.

Salah satu langkah yang menurut Luhut sudah tepat diambil pemerintah adalah ihwal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. "Kalau dulu ada orang-orang yang merasa dirinya pintar itu bilang harus lockdown. Kalau kita lockdown itu sudah bubar kita," ujar dia dalam konferensi video, Sabtu, 25 Juli 2020.

Walau demikian, Luhut mengatakan aktivitas yang terhenti akibat kebijakan PSBB pun memberikan pukulan yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Efek kejut yang ditimbulkan dari sisi penawaran dan permintaan, ujar dia, akan menyebabkan pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih lama.

Dia mengatakan pemulihan itu bisa lebih cepat seandainya pemulihan ekonomi dunia bisa lebih cepat. Untuk itu, ia meminta semua pihak agar tidak terlalu khawatir akan kondisi ini. "Tidak perlu ada ketakutan berlebihan. Tapi kita waspada dan optimistis bahwa ini bisa kita selesaikan dengan baik," kata dia.

Luhut berujar ke depannya desain pemulihan ekonomi nasional akan difokuskan kepada tiga aspek, antara lain kesehatan untuk penanganan Covid-19, pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak, serta stimulus ekonomi untuk pemulihan sektor swasta. Total anggaran untuk program PEN itu adalah Rp 695,2 triliun.

"Pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat damak Covid-19 ini dari waktu ke waktu dan melakukan penyesuaian jika diperlukan, untuk memastikan bahwa ekonomi Indonesia tidak jatuh terpuruk akibat Covid-19 ini," ujar dia.

CAESAR AKBAR


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT