Pilkada 2020, Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen
TEMPO.CO | 26/07/2020 07:57
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berfoto bersama sejumlah pengurus partai usai bimbingan teknis (Bimtek) pengurus Partai Golkar untuk Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2020. Bimtek tersebut membahas sosialisasi peraturan
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) berfoto bersama sejumlah pengurus partai usai bimbingan teknis (Bimtek) pengurus Partai Golkar untuk Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2020. Bimtek tersebut membahas sosialisasi peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada serentak 9 Desember mendatang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

TEMPO.CO, JakartaKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada 2020. Ia menyebut kemenangan pilkada mendatang merupakan modal awal untuk memenangi Pemilu 2024.

"Kemenangan di Pilkada 2020 adalah modal awal dalam memenangkan Golkar pada Pemilu 2024. Namun, yang lebih penting kami menyatukan visi dan serta tekad kami untuk memenangkan pilkada tahun ini untuk memenuhi target kemenangan 60 persen," kata Airlangga di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2020.

Airlangga pun menyebut kader di daerah sebagai ketua bidang pemenangan pemilu dan sebagai pimpinan DPRD merupakan ujung tombak memenangi Pilkada 2020. "Saya instruksikan seluruh kader Golkar untuk aktif dan terlibat langsung dalam memenangkan calon kepala daerah di wilayah tanggung jawab dan daerah pemilihan masing-masing," ujarnya.

Besarnya jumlah wilayah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, menurut Airlangga, merupakan nilai yang sangat strategis apabila dihadapkan pada Pemilu 2024. "Partai Golkar harus mengusung kader-kader yang terbaik untuk dapat memenangi pertarungan di pilkada seoptimal mungkin tahun ini," kata dia.

Meski begitu, Airlangga meminta kader tetap memerhatikan dan menyesuaikan diri dengan kebijakan normal baru dalam pelaksanaan tahapan-tahapan selanjutnya pada Pilkada 2020. Tahap kampanye dengan mengerahkan massa yang besar tentunya tidak relevan lagi untuk dilakukan. "Micro campaign dan door to door campaign serta pemanfaatan media dan IT secara tepat guna menjadi pertimbangan utama," kata Airlangga.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT