Turis Inggris dari Spanyol Wajib Karantina Covid-19, Warga Kecewa
TEMPO.CO | 26/07/2020 22:01
Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Tob
Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Toby Melville]

TEMPO.CO, London – Sejumlah calon turis Inggris merasa kecewa dengan keputusan tiba-tiba pemerintah untuk memberlakukan karantina Covid-19 selama dua pekan kepada pelancong yang kembali dari Spanyol.

Pemerintah tetap pada keputusannya soal ini dan tidak akan meminta maaf soal pemberlakuan karantina bagi pelancong dari luar negeri.

Keputusan pemerintah Inggris ini membuat kesal banyak calon turis, yang telah berencana pergi ke Spanyol.

Keputusan ini juga berdampak pada berkurangnya jumlah turis Inggris yang akan berangkat ke Spanyol sekaligus memukul industri pariwisata di sana.

Spanyol telah mengakhiri karantina wilayah dan berharap sektor industri bisa segera pulih setelah terpuruk karena lockdown.

“Keputusan pemerintah itu merusak rencana liburan semua orang,” kata Emily Harrison dari Essex seperti dilansir Reuters pada Ahad, 26 Juli 2020.

Harrison sedang dalam perjalanan pulang di Bandara Barajas, Madrid, Spanyol. Ini artinya dia harus menjalani isolasi mandiri selama dua pekan setibanya di Inggris. “Semua orang sekarang panik.”

Pandemi Covid-19 berasal dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah, dan menyebar sejak Desember 2019 seperti dilansir Channel News Asia. Wabah ini telah menyebar ke sekitar 190 negara dan mengenai lebih dari 16 juta orang. Lebih dari 643 ribu orang meninggal dan lebih dari 9 juta orang sembuh setelah terpapar Covid-19.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT