Spanyol Minta Inggris Buat Pengecualian Karantina Covid-19
TEMPO.CO | 26/07/2020 23:15
Sejumlah pengujung berjalan di pantai Las Canteras, setelah pelonggaran lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. Pemerintah Spanyol mewajibkan memakai masker pada warganya saat menggunakan sarana transpo
Sejumlah pengujung berjalan di pantai Las Canteras, setelah pelonggaran lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. Pemerintah Spanyol mewajibkan memakai masker pada warganya saat menggunakan sarana transportasi umum. REUTERS/Borja Suarez

TEMPO.CO, Madrid – Pemerintah Spanyol mengatakan negaranya aman untuk turis dan masyarakat terkait penerapan karantina Covid-19 oleh pemerintah Inggris baru-baru ini.

Pemerintah Inggris memutuskan menerapkan karantina untuk semua pelancong termasuk warganya yang baru saja berwisata di Spanyol.

Keputusan mendadak pemerintah Inggris ini mengecewakan banyak warganya yang sedang berwisata di Spanyol.

“Pemerintah Spanyol berusaha meminta pemerintah Inggris untuk mengecualikan aturan karantina untuk turis yang mengunjungi daerah Balearic dan Pulau Canary,” kata Arancha Gonzalez Laya, menteri Luar Negeri Spanyol, seperti dilansir Reuters pada Ahad, 26 Juli 2020.

Menurut Gonzalez, kasus baru di kedua daerah itu masih jauh lebih rendah dari pada di Inggris sekalipun. “Spanyol aman bagi turis dan warganya,” kata Gonzalez kepada media.

Sektor pariwisata sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Spanyol. Pada 2019, warga Inggris merupakan sekitar 20 persen dari turis asing yang berkunjung ke Spanyol.

Menlu Inggris, Dominic Raab, mengatakan penerapan karantina ini berlaku karena adanya peningkatan kasus harian Covid-19 di Spanyol. Dia mengatakan pemerintah bersikap cepat dan tegas untuk menghindari bertambahnya kasus Covid-19 di Inggris.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT