Menlu Inggris Enggan Minta Maaf untuk Karantina Covid-19
TEMPO.CO | 26/07/2020 23:01
Otoritas kota pantai Bournemouth, Inggris selatan, mendeklarasikan status insiden besar pada Kamis, 25 Juni 2020, setelah orang-orang berkumpul di pantai dengan mengabaikan pedoman kesehatan ketika Inggris bersiap mencabut lockdown pada 4 Juli.[REUTERS]
Otoritas kota pantai Bournemouth, Inggris selatan, mendeklarasikan status insiden besar pada Kamis, 25 Juni 2020, setelah orang-orang berkumpul di pantai dengan mengabaikan pedoman kesehatan ketika Inggris bersiap mencabut lockdown pada 4 Juli.[REUTERS]

TEMPO.CO, London – Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, mengatakan pemerintah memutuskan pemberlakuan karantina Covid-19 dua pekan kepada pelancong yang tiba dari Spanyol karena merespon kondisi yang ada.

Ini terkait melonjaknya jumlah kasus baru  harian Covid-19 di sejumlah wilayah Spanyol seperti Catalonia.

“Kami tidak bisa meminta maaf. Kami harus mampu mengambil keputusan tegas dan cepat,” kata Raab kepada Sky News pada Ahad, 26 Juli 2020.

Pemerintah Inggris mengumumkan telah mencabut Spanyol dari daftar negara aman untuk perjalanan pada Sabtu kemarin.

Ini terjadi karena adanya lonjakan kasus Covid-19. Keputusan tiba-tiba ini berlaku dalam hitungan jam dan membuat pengunjung tidak punya waktu untuk menghindarinya atau mengubah rencana.

Kepala kebijakan kesehatan dari Partai Buruh, Jonathan Ashworth, mengecam keputusan PM Boris Johnson karena menangani pandemi ini seperti ini.

Perusahaan liburan terbesar Eropa, TUI, mengatakan telah membatalkan rencana perjalanan ke Spanyol hingga 9 Agustus. Namun, perusahaan masih melayani perjalanan wisata ke Balearic dan Pulau Canary.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT