Menhub Bahas Rencana Lanjutan Travel Bubble dengan Singapura
TEMPO.CO | 31/07/2020 10:51
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sambutan saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membahas sejumlah rencana kerja sama dengan Menteri Transportasi Singapura yang baru, Ong Ye Kung. Salah satunya terkait rencana program travel bubble antar-kedua negara.

Travel bubble adalah pembukaan zona batas lintas negara yang memungkinkan warganya bepergian asal tidak melampaui area yang sudah ditetapkan. Pembahasan itu dilakukan melalui rapat virtual, Kamis, 30 Juli 2020.

“Pembentukan travel bubble dilakukan untuk menormalkan atau membuka kembali konektivitas transportasi antar-kedua negara dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sehingga perjalanan tetap aman dan sehat,” kata Budi Karya dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2020.

Rencana travel bubble telah dibahas dengan Menteri Transportasi Singapura sebelumnya, yaitu Kwan Boon Wan. Sedangkan kepada pengganti Kwan, yakni Ong, Budi Karya menjelaskan bahwa Indonesia memang sedang berupaya memulihkan konektivitas penerbangan internasional dari dan ke Tanah Air.

Pada pertemuan tersebut, Budi Karya juga menuturkan bahwa pemerintah telah menerapkan masa adaptasi kebiasaan baru. Pada masa ini, masyarakat bisa produktif untuk beraktivitas, termasuk bertransportasi, namun tetap aman dari penularan Covid-19.



Adapun Ong menyambut baik inisiasi Indonesia melakukan travel bubble antar-kedua negara. Dia pun menyatakan kesediaannya untuk membahas lebih intensif terkait usulan ini.

Lebih lanjut, dalam persamuhan itu, kedua menteri juga membahas peluang kerja sama untuk pengembangan transportasi di Ibu Kota Negara Baru. Sejumlah kerjasama lainnya yang disinggung ialah di sektor darat, laut, udara, dan kereta api.


FRANCISCA CHRISTY ROSANA



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT