Covid-19, Thailand Batalkan Latihan Gabungan Militer dengan Amerika
TEMPO.CO | 03/08/2020 06:29
Sejumlah tentara ikut serta dalam Demonstrasi Penyerangan Amfibi selama latihan militer multilateral Cobra Gold di Pantai Hat Yao, Distrik Sattahip, Provinsi Chonburi, Thailand, 28 Februari 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun
Sejumlah tentara ikut serta dalam Demonstrasi Penyerangan Amfibi selama latihan militer multilateral Cobra Gold di Pantai Hat Yao, Distrik Sattahip, Provinsi Chonburi, Thailand, 28 Februari 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

TEMPO.CO, Bangkok – Pemerintah Thailand menunda rencana militer untuk ikut serta dalam latihan gabungan dengan militer Amerika Serikat setelah sembilan tentara terpapar Covid-19.

Para tentara ini baru saja pulang dari Hawaii, AS.

Militer Thailand mengatakan kesembilan tentara ini merupakan bagian dari 151 orang perwira yang baru saja mengikuti pelatihan "Lightning Forge 2020" dengan militer AS.

Latihan berlangsung di Hawaii pada tiga pekan pertama Juli 2020.

“Militer telah menunda semua rencana membawa pasukan ke luar negeri hingga situasinya membaik,” kata juru bicara Kongcheep Tantawanich, juru bicara kementerian Pertahanan, seperti dilansir Reuters pada Ahad, 2 Agustus 2020.

Saat ini, dia mengatakan Thailand tidak ada rencana mengikuti latihan militer dengan negara lain selain dengan militer AS.

Menurut Nattapon Srisawat, kepala anti-Covid-19 militer Thailand, militer harus bersikap hati-hati soal ini. “Sulit untuk melakukan perjalanan ke luar negeri lagi karena kami harus berhati-hati,” kata dia

Saat ini, Thailand memiliki 3.317 kasus Covid-19 dan 58 orang meninggal dunia. Selama 69 hari terakhir tidak ada kasus baru domestik kecuali satu kasus impor.

Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT