Hasto Sebut Kader PDIP Paling Sedikit Dapat Jatah Kursi Komisaris BUMN
TEMPO.CO | 04/08/2020 04:40
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara ulang tahun ke-22 Partai Bulan Bintang di Jakarta Selatan, Sabtu petang, 18 Juli 2020. Foto: Istimewa.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara ulang tahun ke-22 Partai Bulan Bintang di Jakarta Selatan, Sabtu petang, 18 Juli 2020. Foto: Istimewa.

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menyinggung soal kursi komisaris di BUMN atau bagi-bagi komisaris BUMN untuk partainya. Menurut Hasto, PDIP sebagai partai pemenang pemilu, mendapat kursi paling sedikit. 

"Dalam penempatan jabatan strategis sebagai komisaris misalnya, jumlah kader PDIP paling sedikit dibanding partai lain," ujar Hasto lewat keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2020.

Kendati demikian, ujar Hasto, partainya tetap menerima hal tersebut. "Keputusan otoritas Menteri kami terima, dan hal tersebut sebagai daya pemacu untuk terus tingkatkan kualitas kader," ujarnya.

Catatan Tempo, beberapa kader PDIP yang menjadi komisaris di BUMN yakni; Arief Budimanta sebagai Komisaris di PT Bank Mandiri Tbk (Persero);
Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris PT Bank BRI (Persero); dan Basuki Tjahaja Purnama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Menurut Hasto, partai pemenang Pemilu perlu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis sebagai bagian dari tugas partai melakukan kaderisasi kepemimpinan. Tidak hanya di jajaran komisaris BUMN, melainkan di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional dan bahkan internasional.

"Partai yang menang Pemilu, dimanapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai lalu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis," ujar Hasto.

DEWI NURITA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT