Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina
TEMPO.CO | 04/08/2020 07:34
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sat akan meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. Program B30 merupakan salah s
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sat akan meresmikan program mandatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin 23 Desember 2019. Program B30 merupakan salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menceritakan maksudnya melakukan penghematan di sisi hulu setelah ditunjuk sebagai bos perseroan pelat merah. Ahok mengatakan perampingan dilakukan untuk menyelamatkan uang Pertamina.

“Kita rampingkan dulu hulu, kita mau penghematan minimal 20 persen. Kan saya ditaruh di sini untuk menyelamatkan uang Pertamina. Saya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina,” tutur Ahok dalam tayangan YouTube Pertamina, Ahad, 2 Agustus 2020.

Ahok mengatakan bakal berupaya melaksanakan mandat tersebut, meski ada beberapa pihak yang mencoba bermain-main dengan isu politik. “Kan saya orang politik, main politik sama saya mah sudah biasa,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya menugaskan Ahok melakukan perampingan dari sisi hulu dengan mengurangi impor bahan bakar minyak guna menekan defisit transaksi perdagangan. Ahok yang resmi menjabat sebagai Komut Pertamina 25 November 2019 itu langsung menyiapkan strategi. Salah satunya pengembangan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

“Pesan Bapak Presiden Jokowi sangat jelas, segera menuntaskan pengembangan Kawasan TPPI menjadi industri petrokimia nasional yang nanti akan menghasilkan beragam produk turunan petrokimia dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM),” kata Ahok akhir tahun lalu.

Pengembangan kawasan tersebut diyakini bisa membantu untuk mengurangi impor BBM secara signifikan. Selain itu, TPPI akan menjadi tumpuan produk turunan petrokimia dan migas. “Pengembangan ini dapat membantu mengurangi impor bahan baku agar negara tidak mengalami defisit kembali,” ujarnya.

Ahok melakukan pendekatan persuasif mengajak semua pihak agar tidak menyalahgunakan subsidi bahan bakar untuk membantu menjaga uang negara. “Selain itu, saya menghimbau untuk semua pihak agar tidak menyalahgunakan subsidi bahan bakar yang diberikan. Mari bantu kami untuk menjaga uang negara demi kesejahteraan negara,” ujar Ahok.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT