Menkes Australia Yakin Negaranya Bisa Mengalahkan Covid-19
TEMPO.CO | 06/08/2020 18:45
Polisi berpatroli di sebuah jalan di Melbourne, Australia, 3 Agustus 2020. Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. Xinhua/Bai Xue
Polisi berpatroli di sebuah jalan di Melbourne, Australia, 3 Agustus 2020. Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. Xinhua/Bai Xue

TEMPO.CO, Melbourne – Merebaknya pandemi Covid-19 di Melbourne, Victoria, Australia menjadi ancaman bagi negara bagian lain.

Negara bagian New South Wales, misalnya, melaporkan ada 12 kasus baru Corona pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Ini membuat jumlah kasus baru Covid-19 pada Kamis sebanyak 483 dengan mayoritas terjadi di Melbourne, Victoria.

“Kita pernah meratakan kurva penularannya. Kita akan meratakannya lagi meratakan lagi,” Greg Hunt, menteri Kesehatan Australia, seperti dilansir Channel News Asia, pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Secara terpisah, Premier Victoria, Daniel Andrews, meminta warga tenang selama penanganan pandemi Covid-19 berlangsug.

Dia juga meminta warga tidak melakukan pembelian barang kebutuhan sehari-hari secara berlebihan.

“Tidak ada kebutuhan warga untuk menimbun bahan makanan selama berbulan-bulan,” kata Andrews kepada media.

Saat ini, Australia mencatat ada lebih dari 20 ribu kasus Covid-19 dan 255 korban meninggal.

Jumlah ini masih jauh lebih rendah dari pada mayoritas negara maju apalagi Amerika Serikat, yang mencatat jumlah korban paparan Covid-19 dan meninggal terbanyak di dunia saat ini.

Hingga Kamis, jumlah total Covid-19 di seluruh dunia 18.88 juta kasus. Ada 707 ribu korban Covid-19 meninggal di dunia dengan 11.24 juta orang berhasil sembuh.

Amerika mencatat sekitar 4.8 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal sebanyak sekitar 158 ribu orang.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT