Utang Rp 4,200 Triliun, Menkeu Malaysia Sebut Negara Tidak Bangkrut
TEMPO.CO | 06/08/2020 23:45
Pemerintah Malaysia memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada 1999. Pemindahan ini didasari karena Kuala Lumpur dianggap sudah terlalu padat. Kini, Putrajaya pun menjadi pusat administrasi pemerintahan. REUTERS
Pemerintah Malaysia memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya pada 1999. Pemindahan ini didasari karena Kuala Lumpur dianggap sudah terlalu padat. Kini, Putrajaya pun menjadi pusat administrasi pemerintahan. REUTERS

TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Pemerintah Malaysia mencatat jumlah utang pemerintah saat ini sebanyak 1,2 triliun ringgit Malaysia atau sekitar Rp4,200 triliun.

Menteri Keuangan Malaysia, Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz, mengatakan pemerintah tidak mengalami kebangkrutan.

“Kita telah membayar semua cicilan utang tepat waktu,” kata Zafrul seperti dilansir The Star pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Zafrul mengatakan tren jumlah utang pemerintah Malaysia terus meningkat karena terjadi penurunan pertumbuhan gross domestic product atau produk domestik bruto.

Dia mengatakan ini menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen Tony Pua, yang meminta penjelasan berapa sebenarnya jumlah utang pemerintah.

Julah utang ini berupa utang dengan jaminan, kemitraan publik dan swasta serta bentuk utang lainnya.

Isu utang pemerintah ini menjadi isu utama saat kampanye pemilu Malaysia pada 2018. Bekas Perdana Menteri Mahathir, yang baru saja digantikan oleh Muhyiddin Yassin, mengatakan negaranya melakukan renegosiasi dengan Cina untuk pengerjaan sejumlah proyek, yang dinilai mengalami mark up.

Malaysia juga melakukan renegosiasi proyek pembangunan kereta cepat yang menghubungkan Johor Bahru dengan Singapura. Proyek ini akhirnya disepakati dengan kalkulasi biaya baru dan telah dimulai pengerjaannya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT