Ekonomi Jakarta Anjlok, Anak Buah Anies: Investasi di DKI Tertinggi se-Indonesia
TEMPO.CO | 09/08/2020 16:44
Pedagang menggunakan masker dan pelindung wajah di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan penutupan di Pasar Tanah Abang akan dilakukan sesuai zona ditemukannya kasus Covid-19. Lang
Pedagang menggunakan masker dan pelindung wajah di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan penutupan di Pasar Tanah Abang akan dilakukan sesuai zona ditemukannya kasus Covid-19. Langkah ini diambil guna meminimalisir kontraksi ekonomi di masa pandemi. Sebelumnya dari hasil tes usap yang dilakukan oleh Puskesmas Tanah Abang diketahui sebanyak 2 orang terkonfirmasi positif di Blok A Pasar Tanah Abang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi investasi di DKI tertinggi pada triwulan II 2020 secara nasional, meski ekonomi Jakarta anjlok selama pandemi Covid-19. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta menyebutkan realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp 30,1 triliun.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II tahun 2020 (year on year) anjlok alias kontraksi minus 8,22 persen.

Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Benni Aguscandra mencatat selama periode triwulan II tahun 2020, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) DKI Jakarta, sebesar 0,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 12,2 triliun dengan kurs APBN 2020 Rp14.400 per dolar dan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) DKI Jakarta Rp 17,9 triliun.

"Alhamdulillah, Provinsi DKI Jakarta kembali meraih pencapaian dalam bidang penanaman modal," kata Benni Aguscandra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2020.

Berdasarkan data BKPM RI, DKI Jakarta meraih realisasi investasi PMA dan PMDN sebesar Rp30,1 triliun pada triwulan II tahun 2020. Realisasi PMA itu menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi se-Indonesia.

Dengan demikian, kata Benni, realisasi investasi PMA dan PMDN DKI Jakarta selama semester I tahun 2020 (periode Januari sampai Juni) mencapai Rp 50,2 triliun atau berkontribusi 12,5 persen dari total realisasi Investasi PMA dan PMDN Nasional sebesar Rp 402,6 triliun.

"Ini menunjukkan bahwa masih adanya geliat investasi di Ibu Kota meskipun di tengah pandemi Covid-19," ujar Benni.

Kendati demikian, Benni menyampaikan terjadi penurunan realisasi investasi PMA DKI Jakarta sebesar 10,29 persen pada triwulan II tahun 2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019. Hal ini disebabkan faktor pandemi COVID-19 yang melanda berbagai negara di dunia yang mengakibatkan dampak terhadap perekonomian global sehingga terjadi perlambatan kinerja investasi.

Hal sebaliknya terjadi pada realisasi investasi PMDN DKI Jakarta yang tetap menunjukkan performa positif pada triwulan kedua ini dengan mengalami kenaikan sebesar 10,49 persen bila dibandingkan dengan realisasi PMDN pada periode yang sama tahun 2019.

"Pencapaian ini merupakan bukti bahwa berbagai kebijakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bapak Anies Rasyid Baswedan saat pandemi COVID-19 menuju masyarakat sehat, aman dan produktif disambut baik oleh para investor dan tetap menciptakan lingkungan berusaha yang kondusif di Jakarta," kata Benni.

Pemprov DKI Jakarta melalui DPMPTSP DKI gencar melakukan promosi sejumlah proyek potensial kepada para investor untuk meningkatkan ekonomi Jakarta. Dinas Penanaman Modal juga senantiasa menghadirkan inovasi layanan perizinan dan non perizinan yang memudahkan pelaku usaha untuk membangun bisnisnya di Ibu Kota.



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT