Damri Operasikan Bus JRC Rute Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir
TEMPO.CO | 11/08/2020 18:41
Peresmian operasi bus Damri rute JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp (via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City) pada Selasa (11/8/2020). ANTARA/HO-Damri.
Peresmian operasi bus Damri rute JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp (via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City) pada Selasa (11/8/2020). ANTARA/HO-Damri.

TEMPO.CO, Jakarta - Perum Damri hari ini resmi mengoperasikan rute Bus JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp, via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City.

Pengoperasian bus Jabodetabek Residence Connection (JRC) ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat jaringan transportasi darat sekaligus mendukung peningkatan perekonomian dan kepariwisataan.

“Layanan JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta pp (via Komdak, Jenderal Sudirman dan Thamrin City) tersebut merupakan upaya Damri untuk menghadirkan konektivitas transportasi darat kepada para pelanggan dan mendukung penerapan kembali ganjil genap DKI Jakarta yang berlaku sejak Senin 3 Agustus 2020,” kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri Nico R. Saputra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Rute Bus JRC Kemang Pratama Bekasi - Stasiun Gambir Jakarta memberlakukan tarif normal Rp25.000.

Namun, kini pelanggan Damri dapat menikmati layanan ini hanya dengan Rp15.000. Dengan jam keberangkatan yakni jam 05.30 dari Kemang Pratama, sedangkan pukul 17.30 dari Stasiun Gambir.

Baca juga: Wali Kota Optimistis Bus JRC Sanggup Urai Kepadatan Penumpang KRL Bogor

“Damri hadir memberikan kenyamanan dan keamanan armada yang dilengkapi dengan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari risiko terpapar virus COVID-19 bagi pelanggan yang harus melakukan perjalanan dari dan atau menuju Jakarta untuk bekerja,” ujar Nico.

Ia menambahkan bus sehat yang disediakan Damri dipastikan dalam keadaan bersih dan melalui proses penyemprotan desinfektan.

Selain itu penerapan jaga jarak tetap dilakukan dengan ditetapkannya maksimal kapasitas penumpang bus JRC hanya 70 persen, didukung dengan pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, serta penggunaan alat pelindung diri kepada petugas di lapangan dan awak kendaraan.

 


REKOMENDASI BERITA