Cara Tersangka Penembakan Misterius di Tangerang Memilih Korbannya di Jalanan
TEMPO.CO | 11/08/2020 18:40
Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk
Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Imam Setiawan menjelaskan cara tersangka penembakan misterius CC, 19 tahun, CC (19), dan EV (27) memilih korbannya secara acak. 

"Lokasi korbannya acak. Jadi sepanjang jalan raya yang ramai, di sanalah menjadi sasaran para pelaku," ujar Imam saat dikonfirmasi, Selasa, 11 Agustus 2020. 

Para pelaku, kata Imam, beraksi setiap malam Minggu dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia dan berkeliling di kawasan Tangerang Selatan dan Tangerang. Saat melihat ada korban yang menjadi target, para pelaku akan menembaknya dengan senjata air softgun dari dalam mobil. 

Baca Juga: Polisi Sebut Motif Pelaku Penembakan Misterius di Tangerang Selatan

Para korban umumnya tak sadar ditembak, sebab pelaku melakukan aksinya itu dari dalam mobil. "Senjata yang digunakan ada peredamnya juga, kadang-kadang kalau situasi agak jauh, mereka menggunakan yang laras panjang," kata Imam. 

Akibat perbuatan itu, 8 orang menjadi korban. Bahkan salah satu korban harus menjalani operasi besar akibat peluru mimis yang tembus hingga ke paru-paru. 

Saat diinterograsi penyidik soal motif, para pelaku mengaku melakukan aksi itu untuk membubarkan aksi balapan liar di sekitar Tangerang. Namun, Imam mengatakan polisi tak percaya begitu saja dengan motif tersebut. 

Sebab, para korban penembakan yang berjumlah 8 orang tidak ada yang merupakan pelaku balap liar. "Korban hanya pengguna jalan raya. Maka motif ini terus kami gali dalam proses penyidikan lanjutan," ujar Imam. 

Ketiga pelaku akhirnya ditangkap polisi pada Senin malam, 10 Agustus 2020, di tempat yang berbeda di kota Tangerang. Dari tangan mereka, polisi menyita tiga pucuk senjata air softgun, satu dus peluru dalam bentuk gotri dan beberapa ceceran peluru mimis, serta mobil Daihatsu Xenia yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya. 

Mereka dijerat dengan UU darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati.

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT