Pegawai Toko Roti Membunuh Bosnya, Berniat Ingin Menguasai Aset
TEMPO.CO | 12/08/2020 19:33
Kepolisian Daerah Metro Jaya saat merilis kasus pembunuhan WNA Taiwan oleh 9 orang WNI di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Rabu, 12 Agustus 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah
Kepolisian Daerah Metro Jaya saat merilis kasus pembunuhan WNA Taiwan oleh 9 orang WNI di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Rabu, 12 Agustus 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pegawai toko roti berinisial SS, 37 tahun yang nekat membunuh bosnya bernama Hsu Ming Hu berniat ingin menguasai aset. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan bahwa SS merasa berhak menikah dengan Hsu, karena pernah mengandung anak hasil hubungan gelap dengan korban.

Nana mengatakan SS pernah dicabuli hingga hamil, namun korban tidak mau bertanggung jawab. "Hsu meminta SS menggugurkan kandungan dengan memberikan uang Rp 15 juta sebagai biaya aborsi. Korban sakit hati," ujar Nana Sudjana di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Agustus 2020. 

Baca Juga: Sakit Hati, Sekretaris Pribadi Membunuh Bos Pabrik Roti di Cikarang

Setelah diminta menggugurkan kandungan dan tak mau bertanggung jawab, SS semakin sakit hati setelah mendengar kabar bahwa Hsu akan menikahi seorang wanita lain, yang belakangan diketahui bahwa itu adalah pembantu di rumahnya Hsu. 

SS merasa berhak untuk menikah dengan Hsu, karena selain pernah mengandung anak hasil hubungan gelap mereka, korban yang merupakan WNA Taiwan selalu menggunakan nama SS untuk membeli properti di Indonesia. Sehingga, Nana mengatakan hampir sebagian besar surat-surat tanah, rumah, mobil, dan pabrik milik Hsu mengatasnamakan SS. 

"Pelaku kemudian juga ingin menguasai aset milik Hsu," kata Nana. 

Hingga pada Jumat, 24 Juli 2020, pukul 17.30, 4 dari 8 orang pelaku sewaan SS dengan inisal AF, SY, S, dan R menyatroni rumah Hsu di Cluster Carribea, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Mereka berempat membagi tugas untuk menyamar, mengawasi situasi, menghabisi, dan membuang jenazah Hsu usai dibunuh. 

Usai dibunuh dengan cara ditikam sebanyak 5 kali, para tersangka membuang mayat Hsu di Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat pada Jumat malam. Setelah berusaha menghilangkan jejak, SS dan 8 tersangka lainnya kembali dan menguras habis isi rekening Hsu. 

Hingga pada 27 Juli 2020, mayat Hsu ditemukan warga Subang, Jawa Barat. Di waktu yang bersamaan, Kedutaan Besar Taiwan juga telah mengeluarkan pengumuman bahwa ada seorang warganya yang hilang. 

"Setelah dilakukan pengecekan sidik jari, DNA, dan ciri-ciri lainnya terhadap korban, ternyata betul, identik, dia adalah Hsu Ming Hu, WNA Taiwan yang hilang," kata Nana. 

Setelah diselidiki, polisi akhirnya berhasil menangkap 4 dari 9 tersangka termasuk SS. Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan atau 365 KUHP dan atau 351 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun.

 

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT